Headlines News :
Showing posts with label NewsFlash. Show all posts
Showing posts with label NewsFlash. Show all posts

Lumpuh 4 Jam, Jalur Kereta Cirebon-Purwokerto

Written By abah lc on Sunday, March 4, 2012 | 12:31 AM

BREBES - Perjalanan Kereta Api (KA) di jalur Cirebon-Purwokerto lumpuh selama 4 jam, setelah salah satu rangkaian gerbong Ka Senja Utama dari Yogyakarta menuju Jakarta anjlok di wilayah Talok Kecamatan Bumiayu, Brebes, Sabtu (3/3) pukul 22.30.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, sejumlah perjalanan Ka tertahan di beberapa stasiun. Kereta kelas bisnis itu mulai anjlok saat melewati Stasiun Bumiayu. Namun demikian kereta terus melaju sebelumnya akhirnya berhenti di kilometer 311 atau sekitar 1 kilometer dari Stasiun Bumiayu.

Sebelum kereta itu anjlok, sejumlah pedagang di Stasiun Bumiayu mengaku melihat percikan api dibawah gerbong. Mardi (35) penumpang di gerbong 3, menyatakan selain merasakan guncangan, gerbong juga dipenuhi asap. "Seluruh penumpang panik. Tapi Syukur alhamdulillah semua selamat," kata dia.

Menyusul kejadian itu, PT KAI DAOP V Purwokerto langsung melakukan penanganan. Proses evakuasi gerbong yang anjlok cukup memakan waktu lama karena harus menunggu peralatan yang didatangkan dari Purwokerto. Sejumlah aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolsek Bumiayu AKP Sukoyo juga terlihat guna mengamankan lokasi kejadian. Perjalanan kereta kembali normal setelah proses evakuasi selesai pukul 02.30 (Minggu, 4/3).

Humas PT DAOP V Surono menjelaskan kereta mengalami anjlok setelah as depan pada gerbong ke tiga bergeser. "Seluruh penumpang selamat," tegasnya.

Adapun mengenai penyebab kejadian, menurutnya masih dalam penyelidikan. Diakui, kejadian tersebut mengakibatkan sejumlah perjalanan kereta lainnya tertahan. Diantaranya, Ka Bengawan tertahan di Stasiun Kretek, Ka Kutojaya dan Ka Senja Utama Solo tertahan di Stasiun Patuguran.

Sedangkan Ka Taksaka dan Bima tertahan di Stasiun Purwokerto. Surono juga memastikan jalur tersebut aman dilintasi kereta "Memang ada bagian rel yang rusak, tapi itu sudah ditangani," imbuhnya.

Read more: http://koranwawasan. blogspot. com/

CILACAP AKAN SEGERA MILIKI REGULASI TENTANG RETRIBUSI PENGENDALIAN MENARA TELEKOMUNIKASI

Written By abah lc on Thursday, March 1, 2012 | 10:38 AM

Perkembangan dan pertumbuhan menara telekomunikasi di Cilacap sangat pesat. Hingga saat ini tercatat 231 menara telekomunikasi yang tersebar di 24 Kecamatan. Keberadaan menara tersebut, tentunya berdampak pada pada tata ruang wilayah. Untuk itu perlu dilakukan pengendalian agar pemanfaatan ruang mempunyai manfaat yang besar bagi masyarakat Kabupaten Cilacap.
Hal tersebut dikemukakan, Kepala Dishub Kominfo Kabupaten Cilacap, Drs. Dian Setyabudi, MM, dihadapan para operator telekomunikasi pada rapat sosialisasi rancanagan perda tentang retribusi pengendalian menara, Kamis (23/02) lalu di gedung Jalabumi Cilacap.
Sosialisasi disamping dihadiri para operator telekomunikasi, juga dihadiri Ketua Komisi C DPRD Kustiwa, dan SKPD terkait.
Lebih lanjut Dian menyampaikan, mensikapi perkembangan kemajuan tehnologi informasi tersebut, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, diperlukan suatu kesamaan pemahaman Pemkab dengan para operator, tentang perlunya regulasi dalam pengendalian menara telekomunikasi.
Untuk itu dalam waktu dekat, Pemkab Cilacap akan segera mengajukan Raperda tentang Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi kepada DPRD Kabupaten Cilacap untuk dibahas dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. (hromly)

HUMAS CILACAP.   http:// humascilacap .info

Fakultas Pertanian UNSOED Alami Kelonjakan Peminat Calon Mahasiswa di Saat Trend Studi Pertanian di Indonesia Cenderung Menurun

“ ….  orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman  (Koes Plus) “
Lirik lagu lawas yang dipopulerkan oleh band legendaris Indonesia di era 60-70’an ini, seolah ingin menggambarkan betapa Indonesia dianugrahkan bumi yang subur dan menjanjikan kualitas kehidupan dari hasil olahannya. Namun, bila kita menyimak rubrik pendidikan di majalah berita mingguan nasional Gatra Edisi 22 Pebruari 2012 yang bertajuk  ‘Negeri Agraris Minus Minat Pertanian’ seolah mengingatkan kita akan kenyataan bahwa justru di negeri yang kerap menahbiskan dirinya sebagai bangsa berbudaya pertanian, namun justru kehilangan pesonanya bagi para anak bangsa untuk menuntut ilmu  dan mendalami ilmu pertanian itu sendiri. Mengutip Pembantu Rektor Bidang Akademik Institut Pertanian Bogor, Yonny Koesmaryono, bahwa persepsi akan pertanian yang identik dengan lumpur, kumur dan tidak menyejahterakan memberi kontribusi pada minat generasi muda di republik ini untuk studi di pertanian. Bahkan menyitir Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan & Kebudayaan RI, Djoko Santoso,  terdapat trend menurun selama lima tahun ke belakang.  Peneliti dari IPB yang juga Guru Besar Ilmu Hama & Penyakit Tanaman, Prof. Safrida Manuwoto mengungkapkan, bahwa ketersediaan lapangan kerja, pertimbangan karir, gengsi, status sosial dan besarnya pendapatan adalah hal-hal yang turut menyumbang kemerosotan minat studi calon mahasiswa dalam ilmu pertanian di Indonesia, khususnya dalam kurun waktu 2003-2008 sekitar - 4,7 %.
Bagaimana dengan Ilmu Pertanian di UNSOED ? Berdasarkan data tahun 2011, jumlah peminat masuk program studi sarjana bidang ilmu pertanian, yakni Agroteknologi, Agribisnis, Teknik Pertanian serta Ilmu & Teknologi Pangan, menunjukkan kecenderungan laju kenaikan 35,5 % di mana Program Studi S1 Agroteknologi mengalami kenaikan sebesar 59,2 %, Agribisnis (37,9 %), Teknik Pertanian (20,7 %) serta Ilmu & Teknologi Pangan (24,3 %).  Menariknya, meski terjadi kenaikan minat, namun Fakultas Pertanian UNSOED sebagai pengelola studi ilmu-ilmu tersebut , tetap  berkomitmen dalam  menjaga kualitas kompetitif calon mahasiswa. Hal ini terlihat dengan rata-rata hanya 9,37 % yang diterima dari total peminat 4639 calon mahasiswa. 
Realitas ini sesungguhnya patut mendapatkan apresiasi. Di saat kecenderungan secara nasional menunjukkan trend menurun,   Fakultas Pertanian UNSOED  berhasil menunjukkan eksistensinya sekaligus menjaga ruh dari negeri agraris ini. Terlebih pula sejalan dengan identitas  UNSOED sebagai pusat keunggulan dalam pengembangan sumberdaya pedesaan berkelanjutan.  Namun demikian, fenomena ini juga sekaligus tantangan bagi setiap akademisi dalam bidang pertanian di UNSOED untuk senantiasa mengakselerasi, mengembangkan kualitas  proses pembelajaran dan mutu pendidikan serta memperluas jejaring dalam mengedukasi publik, baik calon siswa maupun pengguna lulusan, untuk memastikan keterjaminan eksistensi insan-insan Pertanian Universitas Jenderal Soedirman di masyarakat sebagai sosok-sosok yang membanggakan dan dapat diandalkan.
Sebagai informasi, saat ini, Fakultas Pertanian UNSOED didukung oleh 5 Guru Besar, 34 Doktor, 112 Magister/Master & 2 Sarjana, dan mengasuh 4 Program Studi S1 & 2 Program Studi D3, yakni S1 Agroteknologi, S1 Agribisnis, S1 Ilmu & Teknologi Pangan serta S1 Teknik Pertanian. Sedangkan dua program studi ahli madya yang diasuh adalah D3 Agrobisnis dan D3 Perencanaan Sumberdaya Lahan.  Program Sudi S1 Agroteknologi memiliki Akreditasi ‘A’ dengan keunggulan di bidang perencanaan, perancangan, pengembangan dan evaluasi produksi tanaman dan sistem budidaya pertanian. Selain itu, dukungan infrastruktur  laboratorium yang representatif , seperti Laboratorium Agronomi & Holtikultura, Pemuliaan Tanaman & Bioteknologi, Ilmu Tanah & Sumberdaya lahan, Perlindungan Tanaman, Manajemen Agribisnis, Perencanaan & Pengembangan Sumberdaya, Teknologi Pengolahan, Manajemen Agroindustri, Pangan & Gizi serta Mekanisasi Pertanian
Berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru,  pada tahun 2012, Fakultas Pertanian menerima 82 mahasiswa baru tanpa melalui seleksi ujian tulis atau SNMPTN Undangan  yang terdiri dari 40 kursi untuk Agroteknologi, (16) Agribisnis, (14) Ilmu & Teknologi Pangan dan (12) Teknik Pertanian.Sedangkan melalui Jalur SNMPTN Ujian Tulis 2012, Fakultas Pertanian menerima  164 mahasiswa baru yang terdiri dari 80 kursi untuk Agroteknologi, (32) Agribisnis, (28) Ilmu & Teknologi Pangan dan (24) Teknik Pertanian
Proficiat Fakultas Pertanian UNSOED ! Maju Terus Pantang Menyerah (Wis)
http://www. unsoed. ac.id

Kas Pegadaian Purwokerto digasak Perampok Senpi

Written By abah lc on Thursday, February 23, 2012 | 1:04 AM

PURWOKERTO -- Kantor pegadaian di Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto, menjadi sasaran perampokan. Untungnya, aksi kawanan perampok yang berjumlah 6 orang orang ini, tidak menyebabkan adanya korban terluka.
Sedangkan barang berharga yang dibawa kawanan tersebut, tidak terlalu besar karena mereka segera kabur begitu alarm berbunyi keras. Aksi perampokan tersebut, terjadi Rabu (22/2) dinihari, sekitar pukul 01.33.
''Yang berhasil dibawa kabur oleh kawanan tersebut terdiri dari 7 unit handphone berbagai merek, serta uang tunai Rp 700.000,'' kata Satpam Kantor Pegadaian, Tri Widodo (30), Rabu (22/2).
Peristiwa itu terjadi saat Tri sedang berjaga di kantor pegadaian, sambil menonton TV di pos keamanan kantor tersebut. Saat itulah, kawanan yang berjumlah empat orang menerobos masuk dan menodong korban dengan senjata api.
''Saya tidak berani melawan karena mereka menodongkan senjata api,'' kata warga Desa Notog Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas tersebut.
Setelah itu, mereka menyeret petugas keamanan tersebut ke dalam gedung pegadaian, bahkan mereka sempat memukuli korban beberapa kali.
sumber REPUBLIKA . CO.ID,

Kwarcab Banyumas Minta Polres Purbalingga Usut Tuntas Perusakan Mobil

Written By abah lc on Wednesday, February 22, 2012 | 10:37 PM



PURWOKERTO - Ketua Kwarcab Banyumas, Didi Rudwianto meminta Polres Purbalingga segera mengusut tuntas perusakan mobil Pemkab Banyumas yang ditumpangi anggota Pramuka.
Ia mengatakan kejadian pelemparan batu oleh suporter Persibangga Purbalingga merupakan kejadian yang tak terduga.

"Harapan ke depan tidak terjadi di masa yang akan datang dan semoga kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi pengurus Persibangga," kata Ka Kwarcab Banyumas Didi Rudwianto melalui Kasi Bina Muda, Handoko, Kamis (23/2/2012) siang.

Sebelumnya, bus milik Pemkab Banyumas Rabu (22/12/2012) petang dilempari suporter bola di jalan raya Jompo, Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Bus mengalami kerusakan parah di bagian kaca depan, samping kanan dan belakang. Seorang pembina pendamping mengalami luka bocor di bagian kepala dan anak-anak trauma ketakutan. Pelemparan tersebut diduga salah sasaran (*)
TRIBUNJATENG . COM, 
 Laporan Reporter Tribun Jogja, Hanan Wiyoko
Editor : budi_pras

Usai Persibangga vs Persibas, Rombongan Pramuka Diserang Suporter




PURBALINGGA – Bus milik Pemkab Banyumas yang membawa rombongan Pramuka diserang puluhan orang berkaus merah yang diduga suporter sepak bola, kemarin sore. Akibat kejadian itu, satu orang menderita luka parah dan tujuh luka ringan.
Kaca bus pecah di bagian depan, samping kanan, dan belakang. Korban luka parah yakni Agus Candra, pembina Pramuka Banyumas. Kepalanya terkena pecahan kaca. Dia dilarikan ke RS Margono Soekarjo Purwokerto. Adapun korban yang luka ringan diperbolehkan pulang setelah dirawat di lokasi.
Pelemparan itu terjadi di perbatasan Kabupaten Banyumas dengan Kabupaten Purbalingga, sesaat menjelang kepulangan suporter dan pemain Persibas Banyumas setelah bertanding melawan tuan rumah Persibangga Purbalingga di Stadion Goentoer Darjono.
Salah seorang pembina Pramuka Banyumas, Pujatman Agung Nugroho, menuturkan, rombongannya dalam perjalanan pulang dari Semarang. Bus membawa 16 anggota Pramuka dan tiga pembina yang baru mengikuti lomba tingkat SMP se-Jateng.
Sampai di depan SPBU Kalimanah, Purbalingga, bus dipepet puluhan pengendara sepeda motor berseragam merah.
Karena takut, pengemudi menghentikan bus di depan Akper Yakpermas, sekitar dua kilometer dari SPBU. Tempat itu masuk wilayah Kabupaten Banyumas. Begitu berhenti, bus dilempari batu oleh pengendara motor. Penumpang yang ketakutan berhamburan keluar, lalu masuk gedung Akper.
Kabag Ops Kompol Jemino Polres Purbalingga menjelaskan, pelaku pelemparan diduga salah sasaran. Bus Pramuka disangka mengangkut pemain Persibas, karena bertulis Pemkab Banyumas.

Bus Rombongan Pramuka BMS Diserang Suporter Bola Purbalingga



Puluhan suporter Persibangga Purbalingga melakukan perusakan terhadap bus milik pemkab banyumas yang berisi anggota pramuka penggalang kwarcab Banyumas yang sedang melintas di jalan raya jompo sokaraja. Akibatnya seorang anggota pramuka mengalami mengalami luka serius di bagian kepala dan terpaksa dilarikan ke rs margono soekardjo. Dan puluhan lainnya luka ringan. Sementara bus mengalami kerusakan parah pecah kaca depan, samping kanan dan belakang. Setelah melakukan perusakan para pelaku yang baru saja menyaksikan pertandingan antara Persibangga Purbalingga kontra Persibas Banyumas langsung melarikan diri kembali masuk kota purbalingga. Ketua rombongan Agung, mengisahkan kronologi kejadian, saat bus melintas di perbatasan banyumas purbalingga tiba-tiba dihentikan oleh puluhan suporter yang menggunakan sepeda motor. Mereka menggedor-gedor bus dan memaksa bus berhenti. Tak berhenti sampai di situ masa melempari bus dengan batu. "Kami semua yang ada dalam bus panik, terutama anggota putri semuanya
terutama anggota putri semuanya berteriak dan menangis. Mungkin para pelaku mengira kami rombongan pemain yang baru saja bertanding," kata Agung. Korban dan semua penumpang bus dievakuasi ke kampus AKPER YAPERMAS yang tak jauh dari lokasi kejadian. Sampai berita ini diturunkan polisi dari polres purbalingga masih berjaga jaga di TKP. (gps)
 
-------------------------------------------------------------------------------
Kutipan detik.com :=> Banyumas Bus milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah yang ditumpangi 20 anggota Pramuka Kwarcab Banyumas dirusak oleh puluhan suporter bola. Akibat kejadian tersebut salah seorang penumpang pramuka harus dilarikan ke rumah sakit.

Kejadian ini terjadi saat bus melewati perbatasan Banyumas-Purbalingga, pada Rabu (22/2/2012) sekitar pukul 17.00 WIB. Beberapa penumpang juga mengalami luka ringan.

Puluhan pemuda yang melakukan perusakan tersebut diduga dari suporter Persibangga Purbalingga. Bus plat merah bertuliskan 'Pemkab Banyumas' itu dirusak saat melintas di jalan Raya Jompo, Sokaraja-Banyumas, Jawa Tengah atau tak jauh dari tugu perbatasan dan pos Satlantas Purbalingga, oleh puluhan pemuda bersepeda motor 

Sekitar 15 menit, puluhan pemuda tersebut melempari bus dengan batu, bambu dan rantai gir sepeda motor. Kaca depan, samping kanan dan belakang bus warna putih rusak parah. Batu seukuran kepalan tangan dewasa ditemukan di dalam bus.

Perusakan bus ini dilatarbelakangi pertandingan sepak bola antar kabupaten yang bertetangga. Rabu sore di Stadion Goentur Darjono, Purbalingga. Pertandingan antara Persibangga Purbalingga dengan Persibas Banyumas tersebut dimenangkan oleh Persibangga Purbalingga dengan skor 1-0.

Seorang saksi mata, Arhanu Nugroho Eka Saputra (19) melihat bus dari arah timur sudah dibuntuti puluhan suporter. Begitu bus melintas tugu perbatasan, saksi melihat pengendara motor yang berboncengan mengedor-gedor bus dan mulai melempari batu. Begitu bus berhenti, ia masih melihat para pemuda merusak bus.

"Usai merusak mereka kabur berbalik arah. Ada beberapa juga yang ditangkap polisi," kata Nugroho yang saat kejadian sedang duduk di depan warnet tak jauh dari lokasi kejadian.

Saksi korban, Hariana Adhy Candra (27), menderita luka bocor di bagian kepala karena lemparan batu dari arah depan. Andalan Seksi Protokoler Kwarcab Banyumas ini sempat memberi aba-aba ke penyerang bahwa mereka rombongan pramuka namun tetap diserang.

"Mereka melempari dari arah depan, kanan dan belakang. Anak-anak saya minta tiarap. Hampir 15 menit kami dilempari," kata Heriana yang duduk di kursi depan samping kiri.

Ia mengisahkan saat bus dilempari suasana di dalam bus sangat mencekam. Banyak anak-anak perempuan yang menangis dan sebagian lagi memekikan 'Allohu Akbar'.

"Kita tak tahu kenapa diserang. Semua tiarap hingga seorang warga masuk ke bus dan memberitahukan sudah aman," kata Heriana warga Rawalo, Banyumas.

Kasi Bina Muda Kwarcab Banyumas, Handoko mengatakan rombongan tersebut merupakan kontingen Lomba Tingkat (IV) Jawa Tengah yang dalam perjalanan pulang dari Semarang ke Banyumas. Bus tersebut berisi 16 pelajar SMPN 1 Patikraja dan SMPN 1 Sumbang, satu sopir dan tiga pembina pendamping.

"Anak-anak mengalami shock, mereka ketakutan dan segera dievakuasi menggunakan truk dalmas ke sanggar pramuka untuk dijemput keluarga," kata Handoko yang menambahkan regu putra berhasil menyabet juara umum di perkemahan yang digelar Sabtu-Rabu (18-22/2/2012). 

Selain mengakibatkan korban luka dan ketakukan, perusakan juga mengakibatkan kaca-kaca bus mengalami kerusakan parah di bagian kaca depan, samping kanan dan belakang. Sampai berita ini diturunkan polisi dari Polres Banyumas masih berjaga jaga di TKP yang merupakan daerah perbatasan kedua kabupaten.
(arb/van)

-------------------------------------------------------------------------------

Bupati Sidak SMPN 5 Purwokerto dan Kecamatan Kedungbanteng

Written By abah lc on Monday, February 20, 2012 | 7:27 PM

Bupati Banyumas, Drs Mardjoko MM, Rabu siang (15/2) kemarin melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SMP Negeri 5 Purwokerto, Jl M Yamin Purwokerto dan Kantor Kecamatan Kedungbanteng. Kehadiran Bupati didampingi oleh Kabag Umum Setda, Agus Nur Hadie dan Kabag Humas Setda, Untung Sugiyanto.

Tujuan sidak di SMPN 5 Purwokerto untuk melihat kesiapan sekolah dalam menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun 2012, dan untuk memantau langsung kegiatan belajar mengajar dan ekstra kurikuler yang dilaksanakan di sekolah. Sementara kunjungan ke Kecamatan Kedungbanteng terkait kesiapan kecamatan ini menghadapi penerapan E-KTP tahun ini.

Di SMPN 5 Purwokerto rombongan bupati diterima oleh Kepala Sekolah, Sulistyaningsih SPd MPd bersama beberapa guru. Selama lebih kurang 30 menit bupati menyaksikan secara langsung proses belajar mengajar di beberapa kelas, termasuk kegiatan pada pelajaran muatan lokal, diantaranya seni musik Calung Banyumasan dan seni Karawitan. Bupati Mardjoko bahkan berkenan menyaksikan kemahiran para siswa dalam memainkan musik Calung Banyumasan dan seni Karawitan yang merupakan hasil dari keuletan dan kerja keras para siswa setempat dengan bimbingan Kepala Sekolah dan para guru.

Bupati memberikan apresiasi kepada SMPN 5 Purwokerto yang memiliki ciri khas yaitu komitmen dalam mengajarkan dan memajukan kesenian, khususnya kesenian khas Banyumas. Beliau meminta agar ciri khas ini terus dipertahankan dan dikembangkan. Kemudian Bupati juga berpesan kepada para siswa dan guru untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi UAN tahun 2012.

Kepala SMPN 5 Purwokerto, Sulistyaningsih SPd mengatakan, secara umum siswa, guru dan jajaran pengurus sekolah telah siap menghadapi UAN tahun 2012 mendatang. Soal kemahiran anak didiknya memainkan alat musik tradisional, Sulistyaningsih menjelaskan, pelajaran kesenian termasuk mulok kesenian Calung Banyumasan dan Karawitan memang mendapat perhatian khusus di sekolah tersebut.

Disamping dijadikan sebagai identitas khas dan daya saing sekolah, katanya, langkah ini merupakan wujud komitmen dan bagian dari misi sekolah untuk turut berpartisipasi aktif melestarikan kesenian tradisional, khususnya kesenian khas Banyumas. Upaya ini ternyata mampu mengantarkan sekolah ini meraih beberapa prestasi di bidang seni, bahkan tahun 2011 yang lalu wakil dari sekolah ini berhasil menjadi juara 1 Lomba Karawitan SLTP Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Usai meninjau SMPN 5 Purwokerto, Bupati Mardjoko berkunjung ke Kecamatan Kedungbanteng, diterima oleh Camat Kedungbanteng, Muntorikin SH MHum. Di kantor Kecamatan Kedungbanteng, Bupati Mardjoko meninjau dan melihat langsung kegiatan para pegawai dalam melayani masyarakat, di hampir setiap ruang pelayanan dan administrasi.

Kepada Bupati Mardjoko, Camat Muntorikin melaporkan, pada prinsipnya Kecamatan Kedungbanteng telah siap melaksanakan program E-KTP. ”Kami menunggu petunjuk dan tindak lanjut dari dinas terkait sambil terus melakukan pembenahan-pembenahan di berbagai bidang untuk meningkatkan kesiapan pelaksanaan E-KTP yang rencananya mulai bulan April mendatang” jelasnya. www .banyumaskab. go.id

75 %Bus Semarang-Purwokerto Kurang Layak


Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Jawa Tengah menyatakan, sekitar 75 persen dari 320 bus jurusan Semarang-Purwokerto kurang layak sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kepala Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Magelang, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng Hery Prayitno mengatakan armada jurusan Semarang-Purwokerto paling buruk dibandingkan dengan jurusan lain, seperti Semarang-Solo dan Semarang-Yogyakarta.
Ia mengatakan, hal tersebut usai memantau razia kendaraan umum di Terminal Madureso Temanggung yang dilakukan Dishubkominfo Jateng, Dishubkominfo Kabupaten Temanggung, dan Kepolisian Resor (Polres) Temanggung.
Ia mengatakan bus jurusan Semarang-Solo atau Semarang-Yogyakarta rata-rata masih bagus meskipun sebagian juga ada yang kurang layak.
"Di Jawa Tengah ada program peremajaan sehingga semua armada bisa laik jalan," katanya.
Dia menambahkan, kasus kecelakaan selama ini karena faktor manusia, antara lain kondisi pengemudi tidak fit saat mengendarai. Ke depan akan melibatkan Dinas Kesehatan dan PMI untuk melakukan cek kesehatan pada kru angkutan.
"Faktor kendaraan yang tidak laik jalan juga jadi penyebab kecelakaan. Untuk itu perlu pembenahan pada kendaraan meskipun kendaraan tidak perlu baru," katanya.
Untuk operasi kendaraan sendiri, kata dia, sebenarnya rutin melakukannya, terutama di Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Magelang yang meliputi Wonosobo, Magelang, dan Temanggung.
"Kami berharap pemilik armada bisa mematuhi aturan, baik secara teknis kendaraan maupun kelengkapan surat kendaraan," katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Temanggung mengatakan hasil dari operasi sejumlah kendaraan ditilang karena melanggar aturan, antara lain satu armada travel yang STNK-nya sudah mati, kendaraan angkutan tanpa dilengkapi izin trayek, dan angkutan dengan uji kelaikan yang telah kedaluwarsa.
"Temuan dalam operasi hari ini, banyak kendaraan yang secara teknis sebenarnya tidak layak dan kami masih melakukan pembinaan," katanya.
Redaktur: Ramdhan Muhaimin
Sumber: Antara

Lima Masalah Ancam Pelaksanaan E-KTP Purbalingga

Written By abah lc on Friday, February 17, 2012 | 12:12 PM

PURBALINGGA,  - Komisi A DPRD Purbalingga mencatat, setidaknya terdapat lima poin utama yang bisa mengganjal rencana pelaksanaan program nasional KTP elektronik di Purbalingga pada Juni mendatang. Permasalahan yang dimaksud para wakil rakyat, tak hanya pada tataran persiapan. Namun, juga pada proses pelaksanaan program dengan gelontoran dana APBD 2012 senilai Rp 500 juta.
Dari aspek persiapan, disebutkan akurasi data kependudukan yang masih bermasalah akan membuat perekaman data membutuhkan kerja ekstra keras. "Apalagi, data yang salah itu banyak," ucap anggota Komisi A, Sumoyo.
Ditambahkan, fasilitas pelaksanaan program yang belum sepenuhnya oleh pemerintah kecamatan. Di antaranya, seperangkat alat komputer, pemindai sidik jari, scaner, printer, tripod dan juga kamera. "Sudah mendekati akhir Februari, tapi masih ada yang belum menerima fasilitas itu. Waktunya sudah mepet. Apalagi, katanya pertengahan Maret mau perekaman data," tuturnya, Rabu (15/2).
Di luar pemberian fasilitas dari Dindukcapil, hingga kini, pemerintah kecamatan juga masih sibuk menyiapkan fasilitas infrastruktur. Mulai dari penyediaan ruang sampai dengan penambahan daya listrik. "Malah itu ada fasilitas tower SIAK yang rusak. Padahal seharusnya sudah tidak bermasalah dengan itu," tambah anggota Komisi A lainnya, Nurul Hidayah di gedung dewan.
Dia berujar, Komisi A juga menyoroti masalah banyaknya jumlah penduduk di beberapa kecamatan. Khususnya, wilayah yang memiliki jumlah penduduk wajib KTP di atas 50 ribu. Di Kabupatan Purbalingga, dari 18 kecamatan yang ada, terdapat empat kecamatan yang jumlah penduduknya tergolong tinggi yakni Bukateja, Mrebet, Kaligondang dan Rembang.
Dalam sehari, alat bisa memproduksi sekitar 300 E-KTP. Sedangkan di satu kecamatan hanya ada empat petugas yang bekerja. "Ini harus diperhitungkan tenaga dan waktu pengerjaannya," ucap Nurul.
Sumoyo kembali mengemukakan, masalah warga Purbalingga yang ada di luar daerah dan juga sudah berusia lanjut, patut mendapatkan perhatian serius. Jika pengaturan waktu tak tepat, bisa menghambat pekerjaan yang ada.
"Warga normal paling membutuhkan waktu sekitar 3-5 menit untuk membuat KTP. Kalau orang yang sudah lanjut usia kan sudah pasti membutuhkan waktu lebih dari itu. Mungkin sekitar 7 menit," tuturnya. suaramerdeka.com

Retno Supriyanti: Pembuat Alat & Software Detektor Dini Katarak Dengan Olah Citra Digital



Dr. Eng. Retno Supriyanti, ST, MT, dosen jurusan teknik elektro Fakultas Sainstek Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto,  berhasil membuat alat dan software untuk mendeteksi dini penyakit katarak.
Katarak adalah perubahan lensa mata yang seharusnya jernih dan tembus pandang menjadi keruh, akibatnya objek yang dilihat menjadi kabur dan meyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas.
Normalnya lensa mata jernih. Bila terjadi proses katarak, lensa menjadi buram seperti kaca susu. Apabila proses ini dibiarkan, maka lama kelamaan mata akan mengalami kebutaan.
Katarak terjadi secara perlahan-lahan, sehingga penglihatan terganggu secara beragam sesuai tingkat kekeruhan lensa. Katarak tidak menular dari satu mata ke mata yang lain, namun dapat terjadi pada kedua mata secara bersamaan.
Saat ini, biasanya dokter spesialis mata menggunakan slit-lamp ataupun optalmoskop. Pada umumnya dokter spesialis mata akan menggunakan alat ini untuk menentukan jenis, kekeruhan dan letak dari katarak, serta untuk membedakannya dari penyakit mata lain yang mempunyai gejala mirip dengan katarak.
Alat yang ditemukannya terbilang sederhana, karena menggunakan kamera digital. “Temuan ini dari hasil desertasi saya di Nara Institute of Science and Technology, Jepang, bersama tim,” kata Retno saat paparan di gedung rektorat Unsoed Purwokerto (13/2).
Ia melanjutkan, metode tersebut sudah mendapatkan dua patent, yaitu dari Japan Patent dengan nomor  2008-035367 dan International Patent dengan nomor PCT JP2009/52572.
Investor dari patent tersebut adalah satu tim yang terdiri dari Dr Eng  Retno Supriyanti ST MT,  Hitoshi Habe DInfo, Prof Masatsugu Kidode, dan Prof Satoru Nagata.
Hasil temuan tersebut dilirik banyak konglomerat untuk diproduksi secara massal. Tawaran tak hanya datang dari konglomerat asal Indonesia saja, tapi juga dari konglomerat Jepang dan Cina.
Retno mendiskusikan tawaran dari konglomerat Indonesia tersebut, dengan anggota tim penemu lain yang seluruhnya berasal dari Nara Institute of Science and Technology (NIST) , Jepang.  ”Sampai saat ini, Bu Retno memang belum melakukan negoisasi secara langsung dengan konglomerat tersebut, tapi tawaran itu sudah ada,” kata Humas Keluarga Alumni Unsoed, Alief Einstein.
Menurutnya, meski temuan itu disebutkan sebagai temuan tim dari NIST, namun temuan itu sejatinya memang hasil rekayasa teknologi yang dilakukan Retno. Hal ini karena desertasi program doktoral di NIST yang dibuat Retno, menyangkut pembuatan alat deteksi dini katarak, dengan judul desertasi Cataract Screening Techniques under Limited Health Facilities.
Alat tersebut, kata Retno, sudah dipraktekkan untuk bakti sosial di Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara, Purbalingga.

Lahan Situs Purbakala Ditanami Warga

Written By abah lc on Thursday, February 16, 2012 | 10:02 PM

BATUR-Lahan di areal situs purbakala dan pariwisata di Dataran Tinggi Dieng banyak dipakai masyarakat. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara mencatat, ada 80 hektar tanah kepemilikan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala BP3 Jateng yang digunakan masyarakat untuk bertani.


Akibat pengolahan lahan ini,dikawatirkan akan berdampak kepada situs purbakala yang ada di Dataran Tinggi Dieng. "Keadaan sudah lebih baik dari 5 atau 6 tahun lalu. Sudah ada 37 hektar tanah yang berhasil disertifikasi, terutama di kompleks Candi Arjuna dan Museum," jelas Bupati Sutedjo Slamet Utomo.

Dia mengatakan, masyarakat Dieng mulai mengolah tanah di sekitar situs sejak adanya reformasi tahun 1998. "Pasca reformasi masyarakat ramai-ramai mematok lahan yang dikiranya lahan kosong" ujarnya.

Sejauh ini, selain membebaskan Zona BP3  atau zona inti yang termasuk di dalamnya komplek candi Arjuna  dan museum, lahan yang belum dibebaskan dinyatakan sebagai wilayah pengembangan. "Jadi sampai sekarang masih dimanfaatkan oleh para petani, namun dengan sistem sewa," ujarnya. Dia  menambahkan, para petani tersebut sudah diberi sosialisasi. Apabila nanti lahan tersebut akan dipakai pemerintah, mereka bersedia mengembalikan.(jat/din) .jpnn. com

Tabel Gaji PNS, TNI dan POLRI 2012





JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara serentak pada tanggal 6 Februari lalu telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 15, 16 dan 17 Tahun 2012 tentang Perubahan Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan anggota Kepolisian Republik Indonesia.
Dikutip dari laman Setkab, Kamis (16/2/2012), dengan keluarnya PP baru itu, kini gaji pokok terendah PNS sebelum remunerasi adalah Rp 1.260.000 (untuk golongan 1a masa kerja 0 tahun), anggota TNI dan Polri adalah Rp 1.325.000 (untuk prajurit satu dan bhayangkara dua dengan masa kerja 0 tahun).
Gaji tersebut di luar tunjangan keluarga yang besarnya untuk istri/suami 10% dari gaji pokok dan anak 2% dari gaji pokok, tunjangan pangan sebesar nilai beras per 10 kg/orang,  tunjangan jabatan untuk pejabat struktural maupun fungsional, tunjangan umum untuk yang tidak memegang jabatan struktural maupun fungsional .
“Ketentuan mengenai gaji baru PNS berlaku mulai 1 Januari 2012,” bunyi Pasal 1 Ayat 2 PP No. 15/2012.
Hal yang sama juga berlaku untuk gaji baru anggota TNI dan Polri sebagaimana bunyi Pasal 1 ayat 2 PP No. 16/2012 dan Pasal 1 ayat 2 PP No. 17/2012.
Dalam diktum menimbang dari PP No. 15, 16 dan 17 itu disebutkan, bahwa dasar perubahan gaji PNS, TNI dan Polri adalah untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna, serta kesejahteraan PNS, anggota TNI dan Polri.
Dalam lampiran PP No. 15/2012 disebutkan, gaji pokok terendah untuk PNS Golongan III a dengan masa kerja 0 tahun adalah Rp 2.046.100 (sebelumnya Rp 1.902.300) dan tertinggi IIId dengan masa kerja 32 tahun adalah Rp 3.742.300 (sebelumnya Rp 3.332.000).
Sedang untuk golongan IVa masa kerja 0 tahun adalah Rp 2.436.100 (sebelumnya Rp 2.245.000), sedang tertinggi untuk golongan IVe masa kerja 32 tahun adalah Rp 4.608.700 (sebelumnya Rp 4.100.000).
Untuk prajurit dua TNI atau bhayangkara Polri dengan masa kerja 0 tahun sesuai PP No. 16/2012 dan PP No. 17/2012 gaji pokoknya) adalah Rp 1.325.000 (sebelumnya Rp 1.230.000). Sedang prajurit TNI dengan pangkat kopral kepala atau prajurit Polri dengan pangkat ajun brigadir polisi dengan masa kerja 32 tahun menerima gaji pokok sebesar Rp 2.365.600 (sebelumnya Rp 2.134.600).
Adapun perwira pertama TNI dengan pangkat letnan dua atau inspektur polisi dua masa kerja 0 tahun menerima gaji pokok Rp 2.198.400 (sebelumnya Rp 2.032.100).
Sementara perwira TNI dengan pangkat kapten atau ajun komisaris polisi dengan masa kerja 32 tahun memperoleh gaji pokok Rp 3.803.100 (sebelumnya Rp 3.385.000).
Untuk perwira tinggi TNI dengan pangkat Brigjen, Laksamana Pertama atau Marsekal Pertama dan Polri dengan pangkat Brigjen dengan masa kerja 0 tahun  menerima gaji pokok Rp 2.644.400.
Sedangkan perwira tinggi TNI dengan pangkat Laksama, Jendral dan Marsekal atau dengan Polri dengan pangkat Jendral dengan masa kerja 32 tahun memperoleh gaji pokok Rp 4.717.500 (sebelumnya Rp 4.072.000). tribunnews .com

Peluncuran Perdana KA Angkutan Semen Arjawinangun – Purwokerto


Sebagai realisasi dari perjanjian kerja sama nomor: 336/p/hk/d6/2011 tanggal 25 November 2011 antara PT.KAI dengan PT.Kereta Api Logistik, bertempat di Stasiun Arjawinangun (Daop 3 Cirebon) pada tanggal 15 Februari 2012 diadakan peluncuran perdana KA angkutan semen merek tiga roda dengan relasi Arjawinangun – Purwokerto.

Rangkaian KA angkutan Semen yang sedang persiapan pemuatan di Stasiun Arjawinangun
eluncuran perdana KA angkutan semen ini , ditandai dengan Semboyan 40 oleh Devuty Vice President Daop 3 Cirebon, Sumedi Heru  dengan disaksikan oleh para pejabat Kantor Pusat PT.KAI dan PT.KA Logistik. KA perdana angkutan semen bernomor PLB 8096 tersebut, berangkat dari Stasiun Arjawinangun pada jam 00:58  WIB dan tiba di Stasiun Purwokerto jam 05:58 WIB. Pada peluncuran perdana, KA angkutan semen Arjawinangun – Purwokerto membawa rangkaian 12 ppcw dengan total muatan 504 ton.
Muatan Semen Tigaroda di atas gerbong PPCW berkapasitas muat 30 ton
KA angkutan semen ini rencananya memiliki standformasi yang terdiri dari 17 ppcw 30 ton plus 1 gerbong kabus. Diharapkan angkutan semen relasi Arjawinangun – Purwokerto ini, pada setiap bulannya ditargetkan dapat mengangkut sebanyak 13.770 ton semen.
Atas keberhasilan realisasi kerjasama tersebut, diharapkan angkutan semen relasi Arjawinangun – Purwokerto ini, dapat meningkatkan nilai kontribusi pendapatan bagi Daop 3 Cirebon dan Daop 5 Purwokerto. (Humaska) http://www . kereta-api. co.id/informasi-media/berita-ka/373-peluncuran-perdana-ka-angkutan-semen-arjawinangun--purwokerto.html

Menelusuri Bisnis Esek-esek di Purwokerto (2)

Written By abah lc on Saturday, February 11, 2012 | 5:38 PM

Gadis Persembahan untuk Pelicin Relasi

SABTU (18/11) siang pekan lalu, saya sengaja diajak seorang teman untuk menemani relasi bisnisnya yang baru datang dari luar kota. Sebut saja Bay (25), yang bekerja di sebuah perusahaan jasa penjualan sepeda motor dan mobil di Purwokerto. Relasinya yang berjumlah tiga orang datang ke Kota Satria ini untuk mengecek hasil penjualan barang dan meminta laporan bulanan.
Karena sebulan terakhir ini penjualan barang sedang lesu, dia tak kurang akal agar sang pimpinan di kantor pusat atau tim pengecek tidak kecewa.
Kalau dia sekadar melaporkan hasil perdagangan senyatanya, mungkin bisa mendapat peringatan atau penilaian minus. Lalu, diajaklah tim tersebut untuk pertemuan di sebuah rumah makan. Dari sana, pembicaraan sudah melebar sampai ke banyak hal. Termasuk kedatangan tim ini yang juga membutuhkan waktu istirahat dan suasana segar.
Setelah tamunya masuk ke hotel di kawasan Baturraden, dia meminta saya menemani rekannya di sebuah tempat hiburan di kawasan kota. Dari pertemuan dengan lelaki bertubuh gempal, Bay mengutarakan maksudnya. ''Aku butuh tiga gadis. Bisa kan carikan,'' pintanya.
Lelaki itu menimpali. ''Mau yang mahasiswa, pelajar, SPG atau STW (setengah dewasa),'' jawabnya.
Karena tim yang datang itu berumur bervariasi antara 30-40 tahun, disepakatilah mahasiswi dua dan satu SPG. Seusai shalat Magrib, pertemuan diatur. Tiga gadis persembahan itu (begitu sebutan pelicin bisnis-relasi) kemudian diantarkan lelaki gempal tersebut ditemani Bay ke rumah makan yang tak jauh tempat mereka menginap. Setelah cocok di harga dan penampilan para gadis, lelaki gempal yang dikenal sebagai kontak jaringan para gadis persembahan itu kemudian pamit.
Karaoke
Seusai makan, untuk menghidupkan suasana, dilanjut ke tempat karaoke, menyewa sebuah ruangan khusus. Setelah suasana keakraban yang penuh kehangatan antara relasi Bay dan gadis-gadis penakluk ini terjalin, saya dan dia meninggalkannya. ''Ntar kalau sudah selesai tak kontak kamu lagi,'' ucap salah satu tim pengecek barang dari Jakarta itu kepada Bay. Bay lalu menjawab. ''Siap bos,'' ujarnya.
Apa yang dijalankan Bay untuk menjamu relasi bisnisnya itu, sebenarnya bukan hal baru di kota-kota yang sudah mengakar kehidupan metropolisnya. Hal seperti ini juga banyak dilakukan pihak tertentu untuk menyervis tamu, teman kerja dari luar kota, rekan kantor ataupun kunjungan dari pejabat atau bikrokat tertentu yang tidak berombongan.
Yang mengoperasikan mencari gadis-gadis persembahan, itu bisa lewat sopir-sopir kantoran, pengemudi taksi, pekerja tempat hiburan dan hotel, penjaga kampus ataupun indekos mewah atau melalui informan lain yang sudah dekat dengan si gadis. Itu bisa dari kalangan metroseksual, pekerja ataupun mahasiswa. (Agus Wahyudi-42s)
http://www.suaramerdeka.com/harian/0611/23/ban06.htm

Menelusuri Bisnis Esek-esek di Purwokerto (1)

Tak Ada Tarif Khusus bagi Mahasiswa

Beberapa tahun terakhir ini perkembangan Kota Purwokerto sangat pesat. Proses modernisasi yang tak mengenal ruang dan waktu terus mengubah wajah kota dan kehidupan warganya. Seks dan pergaulan bebas, dua ikon dari potret gaya hidup yang tak terpisahkan, kini sudah tampil secara vulgar di kota ini. Kenapa bisa terjadi? Berikut hasil penelusuran wartawan Suara Merdeka Agus Wahyudi dalam beberapa tulisan mulai hari ini.
SEPEKAN setelah Ramadan atau seusai libur Lebaran lalu, saya dikejutkan dengan pemandangan yang tak biasa terjadi di Gang Sadar (GS) Baturraden. Saat itu kawasan penuh sesak dikunjungi para lelaki pencari sensasi seks.
Di kota ini, transaksi seks di bawah tangan seperti ini ternyata tak jauh berbeda dari yang ada di GS. Bedanya, hanya kemasan dan proses transaksi yang harus dilewati.
Seks terselubung, menurut pengakuan sejumlah pelaku atau wanita yang menjalani pekerjaan itu, yang membedakan hanyalah pada mereka menjalankan. Model ini antara lain dijalankan lewat hubungan komunikasi yang harus dibangun terlebih dahulu. Untuk berkencan, harus lewat janjian yang mengikat. Bisa lewat komunikasi telepon ataupun SMS yang terus berlanjut. Kemudian mengenal lebih jauh pribadi masing-masing ataupun mengenali jaringan yang dibangun hingga ada kecocokan fisik dan perasaan.
Mengenali jaringan mereka bisa lewat teman yang telah memiliki nomor ponselnya. Atau, melalui orang kepercayaan hingga bisa masuk ke dalam lingkaran pergaulan mereka. Yang sudah terbiasa berkomunikasi lewat ponsel, cukup menekan kode jaringan dengan menuliskan XX (dobel huruf), menulis sesuatu, seperti "waktu aman", "ada waktu,", dan "kesepian nih".
Beli Pulsa
Berdasarkan pengakuan beberapa mahasiswi dan pelajar yang masuk dalam lingkaran bisnis seks terselubung, yang paling dominan karena mereka butuh tambahan biaya untuk memenuhi gaya hidupnya. Jatah kiriman bulanan (luar kota) dan mingguan (orang lokal) dari orang tuanya tak sanggup lagi melunasi hasrat untuk mereguk segala kebutuhan.
"Kadang jatah untuk beli pulsa atau dolan-dolan kan tidak selamanya kami minta dari orang tua. Saya lebih gelisah kalau ponsel nggak ada pulsa daripada menahan lapar," ujar Leni (22), gadis mungil berparas setengah keturunan itu.
Dia bercerita, mengenal seks bebas saat kali pertama masuk diskotek di kota ini pada 2005. Setelah itu, dia terbiasa melepas kepenatan hidup di kafe atau tempat hiburan lain. Jika ada yang mengajak kencan dan cocok, bisa terus berlanjut.
"Kalau saya nggak mau pasang tarif. Kan tahu sendirilah kelas kami," ucapnya bersayap.
Dari kata-katanya itu, dia mengisyaratkan untuk kelas mahasisiwi, standar tarifnya Rp 300.000 ke atas. Di Purwokerto, tarif tertinggi saat ini Rp 750.00 sekali kencan.
Hitungan tarif kadang juga tergantung pada siapa yang mengajak. Jika dari kalangan pria dengan kantong tebal dan umurnya terlalu jauh, tarifnya tentu menyesuaikan status sosial yang disandangnya.
Leni menuturkan, temannya - sebut saja Desta (23)- pernah dibayar Rp 1 juta oleh seorang pengusaha muda. Tarif yang begitu besar karena dia bisa memberikan yang terbaik.
"Namun, kencannya seharian sejak pagi hingga sore. Dia punya pacar, selepas magrib biasanya diapeli. Karena itu, harus sampai ke indekos." (55j) 

http://www.suaramerdeka.com/harian/0611/22/ban06.htm

KRD rute Jogja-Purwokerto segera dioperasikan

PURWOKERTO – Kabar baik bagi masyarakat Purwokerto, Kab. Banyumas dan sekitarnya, khususnya yang sering berpergian ke Jogja, luar kota, dan luar  negeri dengan pesawat dari bandara Adi Sucipto Jogjakarta, karena tidak lama lagi akan dioperasikan   angkutan inter moda antara kereta api (KA) dengan pesawat terbang, yaitu Kereta Rel Diesel (KRD-I)  Maguwo Ekspres jurusan Yogya-Purwokerto.
Menurut Humas PT KAI DAOP V Purwokerto, KRD-I Maguwo Ekspres saat  ini masih dalam tahap penyelesaian di PT INKA. Bulan Maret  atau April diharapkan sudah bisa dioperasikan. Kereta ini akan menjalani rute  stasiun Maguwo yang sangat  dekat dengan bandara Adi Sucipto Jogja ke Purwokerto, dan kembali lagi dari Purwokerto ke Jogja di Stasiun Maguwo.  Dengan adanya tambahan moda transportasi kereta ini, masyarakat yang hendak bepergian antara Purwokerto – Yogya dengan tujuan ke Bandara Adi Sucipto dan sebaliknya akan lebih mudah.
“Pengembangan KRD-I Maguwo  dengan jurusan Purwokerto-Maguwo karena volume penumpang  Purwokerto yang naik pesawat terbang dan sebaliknya penumpang asal Yogya dengan tujuan Purwokerto terus meningkat,” kata Manager Humas DAOP V.
Didukung dengan selesainya pembangunan jalur ganda Yogyakarta-Solo, dalam operasinya nanti  KRD-I Maguwo Ekspres  akan melayani rute berjarak sekitar 180 kilometer dengan waktu tempuh  3 hingga 3,5 jam, dalam sehari dua kali. Kelak apabila proyek jalur ganda Purwokerto-Jogja selesai dibangun tahun 2013,  waktu tempuh perjalanan bisa diperpendek lagi menjadi hanya 2,5 jam.
KRD-I Maguwo Ekspress dioperasikan   PT KAI Daop VI Yogyakarta, terdiri dari empat gerbong, kelas bisnis dan eksekutif. Untuk persiapan pengoperasian KRD tersebut  PT KAI Daop VI Yogyakarta dan PT KAI Daop V Purwokerto, sudah melakukan koordinasi, dan tinggal menunggu pengoperasian saja.  Selama ini penumpang Purwokerto Jogja  dilayani kereta jarak jauh KA Ekonomi Logawa jurusan Purwokerto- Yogya –  Jember. Penumpang yang berangkat dari Purwokerto mayoritas turun di Jogja, untuk keperluan wisata, kuliah dan ke Bandara Adi Sutjipto untuk melanjutkan perjalanan ke luar kota/luar negeri dengan pesawat.(BNC/Ist)

http://banyumasnews . com/

Menggagas Pariwisata Serayu ke Depan

Nek wadas kelir wis ngalih neng jiput, semingkir dadi kota tembe mburine � Ana lung gadung se kendang gedene, de iris sore tukul isuk, de iris isuk tukul sore � Macan ngembang dadap, jaran kurang gedogan.
Begitulah janji nenek moyang di grumbul Bonjok desa Tambak Negara yang selalu dipikirkan oleh kaki Darmo dalam kesehariannya sebagai �tukang gawe prau�. Ungkapan itu setua janji �ces pleng� dari arti nama desanya Tambak negara yang telah terbukti menjadi kenyataan pada awal tahun sembilan puluhan, menjadi sebuah tambak yang di bangun oleh negara atau biasa di sebut dengan BGS (Bendung Gerak Serayu).
Sebagai tukang gendam, kaki Darmo tahu betul cara menjinakan arus air, termasuk niteni gejolak arus ketika banjir besar akan datang. Dia juga hapal betul, kalau kayu salam dan kayu ketapang yang gampang �bubuken� sangat bagus untuk membuat perahu. Dengan teknologi sederhana dan �nyumpeli� celah di sabungan kayu dengan tali duk (ijuk) serta �tembelan� aspal, dari situ rejekinya mengalir sebagai pembuat perahu.
Janji nenek moyang itu, menurut kaki darmo mengandung arti bahwa di wilayah itu kelak akan menjadi rame (dadi kota) dengan kegiatan pariwisata (lung gadung) dan banyak didatangi oleh orang-orang penting (macan ngembang dadap), sehingga banyak kendaraan (jaran) yang kekurangan tempat parkir (gedogan).
Pemikiran kaki Darmo bak gayung bersambut dengan dicanangkanya proyek SRV (Serayu River Voyage), sehingga dia selalu aktif mendukung bersama lembaga swadaya masyarakatnya PMPS (Paguyuban Masyarakat Pariwisata Serayu) dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan di sungai Serayu, dimana proyek itu mendudukan dia dalam posisi penting sebagai insinyur prau dan tim tukang gendam siap mengamankan mimpinya tentang BGS yang diyakini akan menjadi kawasan wisata besar.
Nampaknya mimpi �wong cilik� di Serayu Kabupaten Banyumas, sejalan dengan mimpi kaki Darmo, karena di sepanjang aliran itu memang menanggung lebih dari 5 % dari jumlah total kemiskinan rakyat Kabupaten Banyumas yang lebih dari 600.000 orang.
Bentangan perencanaan proyek sepanjang 32 km, dimulai dari desa Petir kecamatan Kalibagor melalui 26 desa dan 6 kecamatan membawa spread effect, dan multiplier effect ekonomi diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi, baik dalam sekala PDRB (Product Domestic Regional Brutto) maupun personal income. Pertumbuhan ekonomi kawasan itu, akan berdampak aliran pertumbuhan wilayah dan kemakmuran dari arah kota Purwokerto di utara ke arah selatan di sepanjang aliran sungai serayu, dan akan mengurangi tekanan pertumbuhan penduduk serta kemiskinan di perkotaan, karena kesempatan kerja serta peluang berusaha yang akan ditimbulkan oleh bisnis kepariwisataan di proyek SRV tersebut. Dimana pertumbuhan kawasan terjadi akibat perkembangan infra struktur di sekitar wilayah : desa Suro, Srowot, Kaliori, Sokawera, Wlahar, Pegalongan, Gunungtugel, Patikraja, Notog, Kalirajut, dan sekitar BGS.
Dengan memicu kegiatan utama investasi berbasis kepada masyarakat, Pemkab akan menciptakan : Dermaga di B.G.S, A.M.D.A.L, Perencanaan Tata Ruang yang futuristik dan sustainable, serta pemberian holliday tax kepada investor dalam jangka tertentu.
Perencanaan kawasan akan menukik lebih tajam lagi, dengan memperkuat karakter kawasan wisata melalui penciptaan perencanaan Kawasan Wisata Thematik di : 1). BGS, berthema Lokawisata air, olah raga, sejarah dan pelayaran jarak jauh, 2). Desa Pegalongan, berthema desa wisata, kerajinan, gali pasir dan wisata agro, 3). Kaliori berthema kota lama Banyumas dan budaya Banyumasan 4). Petir berthema kuliner dan hiburan umum. Konsep tematik tersebut diharapkan akan memperlambat terjadinya �Law of deminishing return� dan menunda kebosanan pengunjung dalam jangka tertentu, serta membuat �length of stay� wisatawan dari 1 hari menjadi 2 hari sampai dengan 1 minggu, sehingga wisatawan akan lebih banyak lagi membelanjakan uangnya.
Apabila diprediksi dengan tingkat kunjungan 30.000 orang rata-rata per bulan, mengingat kawasan tersebut strategis sebagai jalur berposisi silang antara : Jakarta-Yogyakarta-Surabaya-Bali dan Pantura dengan arus transportasi manusia yang tinggi, serta karakter wisata perairan baru dan menarik, maka dengan pemasukan retribusi rata-rata sebesar Rp. 15.000 per orang, akan terjadi BEP dalam waktu tidak lebih dari 9 tahun, dari total belanja proyek pembangunan sebesar + Rp. 18.000.000.000 dapat dicapai.
Sebuah mimpi yang sudah dimulai, untuk memenuhi keinginan kaki darmo dan kawan kawannya. Jika ditilik lebih lanjut, mimpi ini nantinya akan menciptakan pemerataan dan Pertumbuhan ekonomi serta Stabilitas wilayah sebagaimana cita-cita Trilogi pembangunan hendak diterapkan di sungai Serayu Kabupaten Banyumas. Cekap semanten, mugi gusti mberkahi sedoyo pangajab ingkang luhur tumraping sesami. 

http://www .banyumaskab.go.id/berita/index.php?jns=1&bg=107&id_berita=1558

Download Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas

Written By abah lc on Friday, February 10, 2012 | 1:52 PM

Bupati Mardjoko kembali merotasi pejabat

BANYUMAS – Bupati Mardjoko kembali melakukan rotasi para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sekalipun rotasi kerap menuai kritik karena seringnya hal itu dilakukan (selama 2011 saja tercatat lima kali rotasi pada pejabat), rotasi pejabat kembali dilakukan di awal tahun 2012 ini.
Pada Jum’at (10/02) sebanyak 11 pejabat struktural eselon II dan IV dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Banyumas Mardjoko. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah dilaksanakan di Graha Satria Purwokerto, terdiri dari 4 pejabat eselon II dan 7 pejabat eselon IV. Turut dilantik dua pejabat  eselon IV yang berhalangan hadir pada pelantikan sebelumnya, Sabtu (4/02).
Siapa saja yang dimutasi, promosi dan rotasi?
Pejabat Eselon II yang mengalami mutasi adalah Drs Purwito MHum, yang semula Asisten Pemerintah dan Administrasi menjadi Kepala Dinas Pendidikan. Posisinya digantikan Drs Purwadi Santoso MHum yang sebelumnya Kepala Dinperindagkop, merangkap sebagai Plt Inspektur yang semula dijabat oleh Dra Rusmiyati M.MPd, sebelum adanya pejabat definitif yang baru. Drs Santosa Eddy Prabowo yang semula Kepala Dinas Pendidikan menggantikan posisi Drs Purwadi Santoso MHum. Sementara Rusmiyati dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan.
Tujuh pejabat eselon IV yang mengalami rotasi yaitu Bambang Pujiyono ST yang semula Kasi Pemeliharaan Jalan pada Dinas SDABM menjadi Kasi Pembangunan dan Peningkatan Jembatan pada Dinas yang sama, menggantikan Ruswanto ST yang menempati jabatan baru sebagai Kasi Pemeliharaan Jembatan yang semula dijabat oleh Khelmy Tibyani ST MT. Khelmy menggantikan posisi Bambang Pujiyono. Selanjutnya Hardini SE MM yang semula Kasubag Keuangan dan Bina Program pada Sekretariat DPRD dimutasi menjadi Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Somagede. Posisinya kini dijabat Tri Baskoro Wahyu Hidayat SE yang tadinya Kasubag Hukum dan Humas pada Sekretariat KPU.
Dua pejabat yang turut dilantik karena berhalangan hadir pada pelantikan sebelumnya adalah Suntoro SSos yang mengalami promosi, dari Fungsional Umum pada Dinperindagkop menjadi Kepala Unit Pasar Wangon. Selanjutnya Dra Pindah Listiyani yang dirotasi dari jabatannya sebagai Lurah Bobosan menjadi Kasi Pembinaan Perpustakaan dan Arsip pada Kantor Perpusda.
Dalam pengarahannya Bupati mengungkapkan harapannya kepada para pejabat struktural agar memahami bahwa tugas jabatan adalah sebuah amanah dan kepercayaan yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Secara khusus seputar pergeseran posisi pejabat eselon II  Mardjoko berpesan kepada Purwito untuk memajukan Dinas Pendidikan dari pengalaman yang telah diperoleh selama menduduki jabatan di berbagai SKPD.
Selanjutnya Bupati meminta kepada Purwadi Santoso sebagai Aspemin untuk sering turun ke wilayah melihat permasalahan yang ada dan mencarikan solusinya, dan agar dapat membagi waktu dengan tugas-tugasnya sebagai Plt Inspektur. (BNC/ISt)
banyumasnews . com

Entertainment

Lifestyle

 
Support : Copyright © 2011. purwokerto dan sekitarnya - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger