Headlines News :
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts

7 Film Dokumenter dari Purbalingga Masuk Finalis StoS

Written By abah lc on Thursday, February 9, 2012 | 10:00 PM

Sebanyak tujuh film pendek dokumenter dan fiksi dari Purbalingga Jawa Tengah berhasil menjadi finalis di ajang South to South (StoS) Film
Festival 2012. Semua film yang di sutradari oleh pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan mahasiswa tersebut, empat diantaranya film dokumenter dan tiga film fiksi pendek.
Film yang masuk finalis StoS adalah “X(Kali)” sutradara Ayun Endrayanto, “Dari Kolong Ibukota” sutradara Benny Benke, “Mata Buruh” sutradara Nanda Dian Sari, “Trima Hidup Apa Adanya” sutradara Bowo Leksono, “Kado Suket” sutradara Puspa Juwita, “Kalung Sepatu” sutradara Dwi Astuti, dan “Sarung” sutradara Anis Septiani.
"Saya sangat gembira dan tidak menyangka, bisa masuk finalis sebuah festival film. Sebagai pelajar SMA saya ingin banyak belajar dari lingkungan kemudian coba-coba diangkat dalam film," kata sutradara film “Mata Buruh” Nanda Dian Sari, dalam rilisnya Selasa (7/2).
Subyek dalam film dokumenter "Mata Buruh" bercerita tentang buruh bulu mata palsu yang tidak mendapat jaminan kesehatan dengan baik,"jelas mahasiswa Fisip Unsoed Purwokerto.
Sementara pegiat Cinema Lovers Community (CLC) Muhammad Febrianto menambahkan, dengan banyaknya film Purbalingga yang menjadi finalis menandakan banyak pula isu yang diangkat ke dalam medium film yang sesuai dengan festival ini. “StoS Film Fest memfokuskan esensi isu lingkungan, baik dikemas melalui sudut politik, sosial, budaya, dan ekonomi,” katanya.(A-99/A-107)***
pikiran-rakyat.com

Kecamatan Berlomba siapkan Atlet

BANJARNEGARA - Menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Banjarnegara yang direncakan 6 - 9 Maret mendatang, sejumlah kecamatan telah melakukan persiapan dengan melakukan seleksi atlet untuk tingkat SD.
   
Berdasarkan pantauan Radarmas, sedikitnya ada tiga kecamatan yang telah melakukan proses seleksi,  yaitu Kecamatan Banjarnegara, Kecamatan Madukara dan Kecamatan Bawang.

Udi Santoso SPd SD dari Kecamatan Banjarnegara mengatakan, proses seleksi dilakukan untuk memilih atlet maupun tim yang akan mewakili kecamatan dalam gelaran Popda mendatang.
   
"SD di Kecamatan Banjarnegara yang mengikuti seleksi berjumlah 38 SD," katanya. Menurutnya, Kecamatan Banjarnegara siap  mengulang kesuksesan pada Popda tahun sebelumnya yaitu keluar sebagai juara umum.
   
Ketua tim seleksi gugus 10 Kecamatan Madukara Sahlan mengatakan,  dalam Popda tahun ini kontingennya akan mengandalkan cabang karate. "Selain karate, cabang sepakbola mini juga diharapkan mampu bersaing dengan kontingen yang lain", kata Sahlan. Dirinya menargetkan kontingennya untuk masuk dalam tiga besar.
   
Sobir Muhamad SPd, Ketua Seleksi Kecamatan Bawang ditemui saat memantau proses seleksi di lapangan Desa Pucang mengatakan, proses seleksi Kecamatan Bawang diikuti  36 SD.
   
Setelah proses seleksi selesai, untuk lebih mematangkan atletnya juga akan dilakukan pembinaan secara intensif. Menurutnya cabang andalan dari Kontingen Kecamatan Bawang adalah atletik. (ap6/din)
radarbanyumas.co.id

Semula Ikut-ikutan Buat Animasi

TAK banyak orang yang mampu membuat karya film animasi, apalagi seorang siswa sekolah. Namun, itu tidak berlaku bagi Oktiva Yuwono Saputri. Remaja yang kini tercatat sebagai siswi kelas XII SMKN 1 Purwokerto itu justru mampu membuat sebuah film animasi.
Tak tanggung-tanggung ia mampu menjuarai Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK bidang animasi tingkat Kabupaten Banyumas, bahkan pada 18-21 Oktober 2011 lalu ia dipercaya untuk mewakili Banyumas dalam ajang yang sama tingkat provinsi dan berhasil menjadi juara III. Adapun tema yang diambil dalam lomba tersebut tentang bencana alam.
Awalnya ia mengaku tidak percaya saat sekolah me­mintanya untuk mewakili lomba tersebut, tapi pihak sekolah berkeyakinan dia memiliki kemampuan di bidang itu. Terbukti hasil karyanya lebih baik bila dibanding dengan teman yang lain. ”Awalnya ada tujuh siswa yang diseleksi dan akhirnya justru saya yang terpilih,” ungkap gadis murah senyum tersebut.
Mampu Mengikuti
Sebenarnya sejak kecil ia tidak begitu suka seni lukis maupun gambar, namun saat masuk jurusan kompetensi keahlian multimedia di sekolah, khususnya desain grafis ia mampu mengikuti.”Dulu saat masuk ke jurusan multimedia saya hanya ikut-ikutan. Kebetulan ada teman yang lebih dulu masuk,” kata siswi yang tinggal di Desa Rempoah Baturraden itu.
Meski begitu, ternyata bakatnya sebagai seorang animator justru malah muncul hingga akhirnya terpilih menjadi salah satu siswi yang memiliki prestasi di bidang tersebut. Menurutnya, untuk mem­buat sebuah film animasi tidaklah mudah. Butuh keterampilan dan ke­telitian, bahkan ke­mam­puan dalam meng­gambar seorang tokoh dalam animasi mutlak diperlukan.
”Setiap perubahan gerak tokoh yang di­main­kan harus digambar dengan jelas. Ini sulit, sehingga benar-benar dibutuhkan ke­mampuan dalam meng­gambar,” jelas dara kela­hiran Banyumas 21 Ok­tober 1994 tersebut. (Budi Setyawan-17)

Entertainment

Lifestyle

 
Support : Copyright © 2011. purwokerto dan sekitarnya - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger