Headlines News :
Showing posts with label Purwokerto. Show all posts
Showing posts with label Purwokerto. Show all posts

Lumpuh 4 Jam, Jalur Kereta Cirebon-Purwokerto

Written By abah lc on Sunday, March 4, 2012 | 12:31 AM

BREBES - Perjalanan Kereta Api (KA) di jalur Cirebon-Purwokerto lumpuh selama 4 jam, setelah salah satu rangkaian gerbong Ka Senja Utama dari Yogyakarta menuju Jakarta anjlok di wilayah Talok Kecamatan Bumiayu, Brebes, Sabtu (3/3) pukul 22.30.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, sejumlah perjalanan Ka tertahan di beberapa stasiun. Kereta kelas bisnis itu mulai anjlok saat melewati Stasiun Bumiayu. Namun demikian kereta terus melaju sebelumnya akhirnya berhenti di kilometer 311 atau sekitar 1 kilometer dari Stasiun Bumiayu.

Sebelum kereta itu anjlok, sejumlah pedagang di Stasiun Bumiayu mengaku melihat percikan api dibawah gerbong. Mardi (35) penumpang di gerbong 3, menyatakan selain merasakan guncangan, gerbong juga dipenuhi asap. "Seluruh penumpang panik. Tapi Syukur alhamdulillah semua selamat," kata dia.

Menyusul kejadian itu, PT KAI DAOP V Purwokerto langsung melakukan penanganan. Proses evakuasi gerbong yang anjlok cukup memakan waktu lama karena harus menunggu peralatan yang didatangkan dari Purwokerto. Sejumlah aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolsek Bumiayu AKP Sukoyo juga terlihat guna mengamankan lokasi kejadian. Perjalanan kereta kembali normal setelah proses evakuasi selesai pukul 02.30 (Minggu, 4/3).

Humas PT DAOP V Surono menjelaskan kereta mengalami anjlok setelah as depan pada gerbong ke tiga bergeser. "Seluruh penumpang selamat," tegasnya.

Adapun mengenai penyebab kejadian, menurutnya masih dalam penyelidikan. Diakui, kejadian tersebut mengakibatkan sejumlah perjalanan kereta lainnya tertahan. Diantaranya, Ka Bengawan tertahan di Stasiun Kretek, Ka Kutojaya dan Ka Senja Utama Solo tertahan di Stasiun Patuguran.

Sedangkan Ka Taksaka dan Bima tertahan di Stasiun Purwokerto. Surono juga memastikan jalur tersebut aman dilintasi kereta "Memang ada bagian rel yang rusak, tapi itu sudah ditangani," imbuhnya.

Read more: http://koranwawasan. blogspot. com/

Data Pejabat Baru Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas

Written By abah lc on Thursday, February 23, 2012 | 1:13 AM

1.   KEPALA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANYUMAS
Drs. PURWITO, M. Hum
Pembina Utama Muda, IV/c
NIP. 19570427 198503 1 009
2.   SEKRETARIS DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANYUMAS
PARDIYONO, SH
Pembina, IV/a
NIP. 19651107 199303 1 007
3.   KASUBBAG UMUM
WAHYU ADHI FIBRIANTO, S.STP
Penata  Tk. I, III/d
NIP. 19780220 199612 1 001
4.   KASUBBAG BINA PROGRAM
WICKY SRI ERLANGGA ADITYA, S.Sos., M.Si.
Penata, III/c
NIP. 19770312 199803 1 003
5.   KASI SARPRAS DIKMEN
ICHYA MAHLUQIE, ST.
Penata Muda Tk. I, III/b
NIP. 19800928 200502 1 006
6.   KABID DIKDAS
Drs. EDY RAHARDJO
Pembina, IV/a
NIP. 19610309 198012 1 003
 dindikbanyumas .net

Kas Pegadaian Purwokerto digasak Perampok Senpi

PURWOKERTO -- Kantor pegadaian di Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto, menjadi sasaran perampokan. Untungnya, aksi kawanan perampok yang berjumlah 6 orang orang ini, tidak menyebabkan adanya korban terluka.
Sedangkan barang berharga yang dibawa kawanan tersebut, tidak terlalu besar karena mereka segera kabur begitu alarm berbunyi keras. Aksi perampokan tersebut, terjadi Rabu (22/2) dinihari, sekitar pukul 01.33.
''Yang berhasil dibawa kabur oleh kawanan tersebut terdiri dari 7 unit handphone berbagai merek, serta uang tunai Rp 700.000,'' kata Satpam Kantor Pegadaian, Tri Widodo (30), Rabu (22/2).
Peristiwa itu terjadi saat Tri sedang berjaga di kantor pegadaian, sambil menonton TV di pos keamanan kantor tersebut. Saat itulah, kawanan yang berjumlah empat orang menerobos masuk dan menodong korban dengan senjata api.
''Saya tidak berani melawan karena mereka menodongkan senjata api,'' kata warga Desa Notog Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas tersebut.
Setelah itu, mereka menyeret petugas keamanan tersebut ke dalam gedung pegadaian, bahkan mereka sempat memukuli korban beberapa kali.
sumber REPUBLIKA . CO.ID,

Kwarcab Banyumas Minta Polres Purbalingga Usut Tuntas Perusakan Mobil

Written By abah lc on Wednesday, February 22, 2012 | 10:37 PM



PURWOKERTO - Ketua Kwarcab Banyumas, Didi Rudwianto meminta Polres Purbalingga segera mengusut tuntas perusakan mobil Pemkab Banyumas yang ditumpangi anggota Pramuka.
Ia mengatakan kejadian pelemparan batu oleh suporter Persibangga Purbalingga merupakan kejadian yang tak terduga.

"Harapan ke depan tidak terjadi di masa yang akan datang dan semoga kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi pengurus Persibangga," kata Ka Kwarcab Banyumas Didi Rudwianto melalui Kasi Bina Muda, Handoko, Kamis (23/2/2012) siang.

Sebelumnya, bus milik Pemkab Banyumas Rabu (22/12/2012) petang dilempari suporter bola di jalan raya Jompo, Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Bus mengalami kerusakan parah di bagian kaca depan, samping kanan dan belakang. Seorang pembina pendamping mengalami luka bocor di bagian kepala dan anak-anak trauma ketakutan. Pelemparan tersebut diduga salah sasaran (*)
TRIBUNJATENG . COM, 
 Laporan Reporter Tribun Jogja, Hanan Wiyoko
Editor : budi_pras

Usai Persibangga vs Persibas, Rombongan Pramuka Diserang Suporter




PURBALINGGA – Bus milik Pemkab Banyumas yang membawa rombongan Pramuka diserang puluhan orang berkaus merah yang diduga suporter sepak bola, kemarin sore. Akibat kejadian itu, satu orang menderita luka parah dan tujuh luka ringan.
Kaca bus pecah di bagian depan, samping kanan, dan belakang. Korban luka parah yakni Agus Candra, pembina Pramuka Banyumas. Kepalanya terkena pecahan kaca. Dia dilarikan ke RS Margono Soekarjo Purwokerto. Adapun korban yang luka ringan diperbolehkan pulang setelah dirawat di lokasi.
Pelemparan itu terjadi di perbatasan Kabupaten Banyumas dengan Kabupaten Purbalingga, sesaat menjelang kepulangan suporter dan pemain Persibas Banyumas setelah bertanding melawan tuan rumah Persibangga Purbalingga di Stadion Goentoer Darjono.
Salah seorang pembina Pramuka Banyumas, Pujatman Agung Nugroho, menuturkan, rombongannya dalam perjalanan pulang dari Semarang. Bus membawa 16 anggota Pramuka dan tiga pembina yang baru mengikuti lomba tingkat SMP se-Jateng.
Sampai di depan SPBU Kalimanah, Purbalingga, bus dipepet puluhan pengendara sepeda motor berseragam merah.
Karena takut, pengemudi menghentikan bus di depan Akper Yakpermas, sekitar dua kilometer dari SPBU. Tempat itu masuk wilayah Kabupaten Banyumas. Begitu berhenti, bus dilempari batu oleh pengendara motor. Penumpang yang ketakutan berhamburan keluar, lalu masuk gedung Akper.
Kabag Ops Kompol Jemino Polres Purbalingga menjelaskan, pelaku pelemparan diduga salah sasaran. Bus Pramuka disangka mengangkut pemain Persibas, karena bertulis Pemkab Banyumas.

Bus Rombongan Pramuka BMS Diserang Suporter Bola Purbalingga



Puluhan suporter Persibangga Purbalingga melakukan perusakan terhadap bus milik pemkab banyumas yang berisi anggota pramuka penggalang kwarcab Banyumas yang sedang melintas di jalan raya jompo sokaraja. Akibatnya seorang anggota pramuka mengalami mengalami luka serius di bagian kepala dan terpaksa dilarikan ke rs margono soekardjo. Dan puluhan lainnya luka ringan. Sementara bus mengalami kerusakan parah pecah kaca depan, samping kanan dan belakang. Setelah melakukan perusakan para pelaku yang baru saja menyaksikan pertandingan antara Persibangga Purbalingga kontra Persibas Banyumas langsung melarikan diri kembali masuk kota purbalingga. Ketua rombongan Agung, mengisahkan kronologi kejadian, saat bus melintas di perbatasan banyumas purbalingga tiba-tiba dihentikan oleh puluhan suporter yang menggunakan sepeda motor. Mereka menggedor-gedor bus dan memaksa bus berhenti. Tak berhenti sampai di situ masa melempari bus dengan batu. "Kami semua yang ada dalam bus panik, terutama anggota putri semuanya
terutama anggota putri semuanya berteriak dan menangis. Mungkin para pelaku mengira kami rombongan pemain yang baru saja bertanding," kata Agung. Korban dan semua penumpang bus dievakuasi ke kampus AKPER YAPERMAS yang tak jauh dari lokasi kejadian. Sampai berita ini diturunkan polisi dari polres purbalingga masih berjaga jaga di TKP. (gps)
 
-------------------------------------------------------------------------------
Kutipan detik.com :=> Banyumas Bus milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah yang ditumpangi 20 anggota Pramuka Kwarcab Banyumas dirusak oleh puluhan suporter bola. Akibat kejadian tersebut salah seorang penumpang pramuka harus dilarikan ke rumah sakit.

Kejadian ini terjadi saat bus melewati perbatasan Banyumas-Purbalingga, pada Rabu (22/2/2012) sekitar pukul 17.00 WIB. Beberapa penumpang juga mengalami luka ringan.

Puluhan pemuda yang melakukan perusakan tersebut diduga dari suporter Persibangga Purbalingga. Bus plat merah bertuliskan 'Pemkab Banyumas' itu dirusak saat melintas di jalan Raya Jompo, Sokaraja-Banyumas, Jawa Tengah atau tak jauh dari tugu perbatasan dan pos Satlantas Purbalingga, oleh puluhan pemuda bersepeda motor 

Sekitar 15 menit, puluhan pemuda tersebut melempari bus dengan batu, bambu dan rantai gir sepeda motor. Kaca depan, samping kanan dan belakang bus warna putih rusak parah. Batu seukuran kepalan tangan dewasa ditemukan di dalam bus.

Perusakan bus ini dilatarbelakangi pertandingan sepak bola antar kabupaten yang bertetangga. Rabu sore di Stadion Goentur Darjono, Purbalingga. Pertandingan antara Persibangga Purbalingga dengan Persibas Banyumas tersebut dimenangkan oleh Persibangga Purbalingga dengan skor 1-0.

Seorang saksi mata, Arhanu Nugroho Eka Saputra (19) melihat bus dari arah timur sudah dibuntuti puluhan suporter. Begitu bus melintas tugu perbatasan, saksi melihat pengendara motor yang berboncengan mengedor-gedor bus dan mulai melempari batu. Begitu bus berhenti, ia masih melihat para pemuda merusak bus.

"Usai merusak mereka kabur berbalik arah. Ada beberapa juga yang ditangkap polisi," kata Nugroho yang saat kejadian sedang duduk di depan warnet tak jauh dari lokasi kejadian.

Saksi korban, Hariana Adhy Candra (27), menderita luka bocor di bagian kepala karena lemparan batu dari arah depan. Andalan Seksi Protokoler Kwarcab Banyumas ini sempat memberi aba-aba ke penyerang bahwa mereka rombongan pramuka namun tetap diserang.

"Mereka melempari dari arah depan, kanan dan belakang. Anak-anak saya minta tiarap. Hampir 15 menit kami dilempari," kata Heriana yang duduk di kursi depan samping kiri.

Ia mengisahkan saat bus dilempari suasana di dalam bus sangat mencekam. Banyak anak-anak perempuan yang menangis dan sebagian lagi memekikan 'Allohu Akbar'.

"Kita tak tahu kenapa diserang. Semua tiarap hingga seorang warga masuk ke bus dan memberitahukan sudah aman," kata Heriana warga Rawalo, Banyumas.

Kasi Bina Muda Kwarcab Banyumas, Handoko mengatakan rombongan tersebut merupakan kontingen Lomba Tingkat (IV) Jawa Tengah yang dalam perjalanan pulang dari Semarang ke Banyumas. Bus tersebut berisi 16 pelajar SMPN 1 Patikraja dan SMPN 1 Sumbang, satu sopir dan tiga pembina pendamping.

"Anak-anak mengalami shock, mereka ketakutan dan segera dievakuasi menggunakan truk dalmas ke sanggar pramuka untuk dijemput keluarga," kata Handoko yang menambahkan regu putra berhasil menyabet juara umum di perkemahan yang digelar Sabtu-Rabu (18-22/2/2012). 

Selain mengakibatkan korban luka dan ketakukan, perusakan juga mengakibatkan kaca-kaca bus mengalami kerusakan parah di bagian kaca depan, samping kanan dan belakang. Sampai berita ini diturunkan polisi dari Polres Banyumas masih berjaga jaga di TKP yang merupakan daerah perbatasan kedua kabupaten.
(arb/van)

-------------------------------------------------------------------------------

Bupati Sidak SMPN 5 Purwokerto dan Kecamatan Kedungbanteng

Written By abah lc on Monday, February 20, 2012 | 7:27 PM

Bupati Banyumas, Drs Mardjoko MM, Rabu siang (15/2) kemarin melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SMP Negeri 5 Purwokerto, Jl M Yamin Purwokerto dan Kantor Kecamatan Kedungbanteng. Kehadiran Bupati didampingi oleh Kabag Umum Setda, Agus Nur Hadie dan Kabag Humas Setda, Untung Sugiyanto.

Tujuan sidak di SMPN 5 Purwokerto untuk melihat kesiapan sekolah dalam menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun 2012, dan untuk memantau langsung kegiatan belajar mengajar dan ekstra kurikuler yang dilaksanakan di sekolah. Sementara kunjungan ke Kecamatan Kedungbanteng terkait kesiapan kecamatan ini menghadapi penerapan E-KTP tahun ini.

Di SMPN 5 Purwokerto rombongan bupati diterima oleh Kepala Sekolah, Sulistyaningsih SPd MPd bersama beberapa guru. Selama lebih kurang 30 menit bupati menyaksikan secara langsung proses belajar mengajar di beberapa kelas, termasuk kegiatan pada pelajaran muatan lokal, diantaranya seni musik Calung Banyumasan dan seni Karawitan. Bupati Mardjoko bahkan berkenan menyaksikan kemahiran para siswa dalam memainkan musik Calung Banyumasan dan seni Karawitan yang merupakan hasil dari keuletan dan kerja keras para siswa setempat dengan bimbingan Kepala Sekolah dan para guru.

Bupati memberikan apresiasi kepada SMPN 5 Purwokerto yang memiliki ciri khas yaitu komitmen dalam mengajarkan dan memajukan kesenian, khususnya kesenian khas Banyumas. Beliau meminta agar ciri khas ini terus dipertahankan dan dikembangkan. Kemudian Bupati juga berpesan kepada para siswa dan guru untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi UAN tahun 2012.

Kepala SMPN 5 Purwokerto, Sulistyaningsih SPd mengatakan, secara umum siswa, guru dan jajaran pengurus sekolah telah siap menghadapi UAN tahun 2012 mendatang. Soal kemahiran anak didiknya memainkan alat musik tradisional, Sulistyaningsih menjelaskan, pelajaran kesenian termasuk mulok kesenian Calung Banyumasan dan Karawitan memang mendapat perhatian khusus di sekolah tersebut.

Disamping dijadikan sebagai identitas khas dan daya saing sekolah, katanya, langkah ini merupakan wujud komitmen dan bagian dari misi sekolah untuk turut berpartisipasi aktif melestarikan kesenian tradisional, khususnya kesenian khas Banyumas. Upaya ini ternyata mampu mengantarkan sekolah ini meraih beberapa prestasi di bidang seni, bahkan tahun 2011 yang lalu wakil dari sekolah ini berhasil menjadi juara 1 Lomba Karawitan SLTP Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Usai meninjau SMPN 5 Purwokerto, Bupati Mardjoko berkunjung ke Kecamatan Kedungbanteng, diterima oleh Camat Kedungbanteng, Muntorikin SH MHum. Di kantor Kecamatan Kedungbanteng, Bupati Mardjoko meninjau dan melihat langsung kegiatan para pegawai dalam melayani masyarakat, di hampir setiap ruang pelayanan dan administrasi.

Kepada Bupati Mardjoko, Camat Muntorikin melaporkan, pada prinsipnya Kecamatan Kedungbanteng telah siap melaksanakan program E-KTP. ”Kami menunggu petunjuk dan tindak lanjut dari dinas terkait sambil terus melakukan pembenahan-pembenahan di berbagai bidang untuk meningkatkan kesiapan pelaksanaan E-KTP yang rencananya mulai bulan April mendatang” jelasnya. www .banyumaskab. go.id

Unsoed Purwokerto Buka Pendaftaran SNMPTN

Written By abah lc on Friday, February 17, 2012 | 12:14 PM

PURWOKERTO,  - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, mulai membuka pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012.
"Pendaftaran yang telah dibuka khusus untuk SNMPTN Jalur Undangan, yakni sejak 1 Februari hingga 8 Maret 2012," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Unsoed Purwokerto, Endang Istanti di Purwokerto, Jumat (10/2).
Dia mengatakan, pendaftaran SNMPTN Jalur Ujian Tertulis akan dilaksanakan bersama Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya secara dalam jaringan, pada 10-31 Mei 2012. Kuota mahasiswa yang diterima melalui SNMPTN Jalur Undangan maupun SNMPTN Jalur Ujian Tertulis itu mencapai 60 persen dari total mahasiswa yang akan diterima Unsoed sekitar 5.000 orang.
"Dari 60 persen tersebut, 20 persen di antaranya melalui jalur undangan dan 80 persen jalur ujian tertulis," ucapnya.
Sekitar 40 persen sisa dari kuota keseluruhan, kata dia, 20 persen di antaranya untuk calon mahasiswa yang mendaftar melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri dan 20 persen lainnya melalui Ujian Masuk Bersama (UMB) Nusantara.
Dia menambahkan, pendaftaran SPMB Mandiri Ujian Tulis S1/D3 Unsoed akan dilaksanakan pada 2-11 Juli 2012, sedangkan SPMB Ujian Tulis S1 Paralel pada 20 Juli-2 Agustus 2012.
Dia mengatakan, pendaftaran UMB Nusantara akan dilaksanakan pada 18 Juni-17 Juli 2012. "UMB Nusantara ini akan diikuti 12 PTN dan 12 perguruan tinggi swasta se-Indonesia. Khusus Jawa Tengah hanya diikuti tiga PTN, yakni Unsoed, Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS)," ucapnya. suaramerdeka.com

Peluncuran Perdana KA Angkutan Semen Arjawinangun – Purwokerto

Written By abah lc on Thursday, February 16, 2012 | 9:50 PM


Sebagai realisasi dari perjanjian kerja sama nomor: 336/p/hk/d6/2011 tanggal 25 November 2011 antara PT.KAI dengan PT.Kereta Api Logistik, bertempat di Stasiun Arjawinangun (Daop 3 Cirebon) pada tanggal 15 Februari 2012 diadakan peluncuran perdana KA angkutan semen merek tiga roda dengan relasi Arjawinangun – Purwokerto.

Rangkaian KA angkutan Semen yang sedang persiapan pemuatan di Stasiun Arjawinangun
eluncuran perdana KA angkutan semen ini , ditandai dengan Semboyan 40 oleh Devuty Vice President Daop 3 Cirebon, Sumedi Heru  dengan disaksikan oleh para pejabat Kantor Pusat PT.KAI dan PT.KA Logistik. KA perdana angkutan semen bernomor PLB 8096 tersebut, berangkat dari Stasiun Arjawinangun pada jam 00:58  WIB dan tiba di Stasiun Purwokerto jam 05:58 WIB. Pada peluncuran perdana, KA angkutan semen Arjawinangun – Purwokerto membawa rangkaian 12 ppcw dengan total muatan 504 ton.
Muatan Semen Tigaroda di atas gerbong PPCW berkapasitas muat 30 ton
KA angkutan semen ini rencananya memiliki standformasi yang terdiri dari 17 ppcw 30 ton plus 1 gerbong kabus. Diharapkan angkutan semen relasi Arjawinangun – Purwokerto ini, pada setiap bulannya ditargetkan dapat mengangkut sebanyak 13.770 ton semen.
Atas keberhasilan realisasi kerjasama tersebut, diharapkan angkutan semen relasi Arjawinangun – Purwokerto ini, dapat meningkatkan nilai kontribusi pendapatan bagi Daop 3 Cirebon dan Daop 5 Purwokerto. (Humaska) http://www . kereta-api. co.id/informasi-media/berita-ka/373-peluncuran-perdana-ka-angkutan-semen-arjawinangun--purwokerto.html

Desa Wisata Ketenger

Written By abah lc on Tuesday, February 14, 2012 | 5:27 AM


Desa Ketenger Kecamatan Baturraden adalah desa wisata yang berfungsi sebagai penyangga utama obyek wisata Baturraden. Dengan potensi alamnya yang benar-benar diandalkan sebagai potensi wisata, seperti Curug Gede, Curug Kembar, Curug Kabayan. Di samping itu masih ada Rumah Putih, Jalan Kereta Tebu (Jawa: LORI), dan Wisata Pendidikan.
Dengan kesejukan alamnya dan pengairan yang baik, dua hal ini yang oleh masyarakat Desa Wisata Ketenger dimanfaatkan untuk menanam bunga potong dan kolam pancingan, sehingga itu semua bisa menambah daya tarik bagi wisatawan.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Ketenger dapat menikmati indahnya suasana malam hari dengan hiburan kesenian seperti Calung, Ebeg, Band/Orkes Melayu ataupun Genjring. Masyarakat di Desa Wisata Ketenger menyediakan Home Stay sebanyak 41 rumah dengan kamar tidur sejumlah 74, dengan fasilitas cukup memadai. Bagi wisatawan mancanegara tidak perlu repot karena tenaga guide berbahasa Inggris telah siap, sekaligus tersedia berbagai cinderamata khas setempat.
Masyarakat di Desa Wisata Ketenger telah mampu membuat kerajinan tangan berupa tas tangan dari mute, meja-kursi atau patung dari akar pohon dan makanan khas Banyumas. Itulah potensi yang terkandung di desa Wisata Ketenger Kecamatan Baturraden, yang masih terus diupayakan peningkatannya demi kepuasan wisatawan.
Sumber Berita : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas 
Hit :  1849

Petilasan Mahameru



Petilasan di tempai ini hanyalah sebuah tugu batu dan� sebuah� megalitik� tempat pemujaan� ritual kuno / ritual tradisional, yang tidak diketahui kapan dibangun dan siapa yang membangun.�
Petilasan Mahameru terletak di sebuah puncak gunung� kurang lebih 1000 m tingginya dari permukaan air laut� dan berada di kawasan hutan pinus serta tanaman keras lain milik Perhutani.
Untuk mencapai puncak tersebut� diperlukan perjuangan yang berat, karena� hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki mendaki lereng gunung� yang sangat terjal. Jalan setapak� masih sangat alami sehingga� sangat licin� terutama pada saat musim penghujan.
Secara administratif kawasan Mahameru� masuk di wilayah Desa Watu Agung, Kecamatan Tambak, kurang lebih 75 km dari kota purwokerto.
Masyarakat kuno meyakini, bahwa tempat-tempat suci biasanya�diyakini berada di puncak-puncak gunung atau di puncak bukit,� atau didataran tinggi yang lain. Karena di tempat itulah diyakini para dewa dan roh-roh nenek moyang bersemayam.
Meru adalah sebuah simbol tempat suci tertinggi� dalam keyakinan kuno / keyakinan tradisional yang dilambangkan dengan bentuk gunung. Mahameru berarti tempat� paling suci dalam ajaran ritual kuno / keyakinan tradisional.
Menurut cerita masyarakat, yang pertama kali� membangun dan berdiam di tempat tersebut yakni�Eyang Gusti atau�ada pula yang menyebut� Eyang Permana yang hidup pada masa� Kadipaten Pasirluhur. Eyang Gusti� atau Eyang Permana mempunyai tugas dari Sultan Pajang untuk menyebarkan agama Islam di daerah- daerah yang� penduduknya belum memeluk Islam. Dan setiap satu tahun sekali pada bulan Maulud (Robiul Awwal) Eyang Gusti Permana harus melaporkan hasil tugas-tugasnya kepada Sultan Pajang . Suatu ketika�� dalam perjalan pisowanan dari� Pasir Luhur� ke Demak� lewat� daerah� selatan, Eyang Gusti Permana sempat tinggal, menjalankan tugas mengislamkan penduduk, serta berdiam beberapa lama� di kawasan� tersebut. Untuk menghargai dan mengenang� petilasan Eyang Gusti� atau Eyang Permana tersebut , masyarakat� sejak dahulu melaksanakan ziarah dan napak tilas dengan berbagai maksud dan tujuan.
Sumber Berita : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas 

Menelusuri Bisnis Esek-esek di Purwokerto (2)

Written By abah lc on Saturday, February 11, 2012 | 5:38 PM

Gadis Persembahan untuk Pelicin Relasi

SABTU (18/11) siang pekan lalu, saya sengaja diajak seorang teman untuk menemani relasi bisnisnya yang baru datang dari luar kota. Sebut saja Bay (25), yang bekerja di sebuah perusahaan jasa penjualan sepeda motor dan mobil di Purwokerto. Relasinya yang berjumlah tiga orang datang ke Kota Satria ini untuk mengecek hasil penjualan barang dan meminta laporan bulanan.
Karena sebulan terakhir ini penjualan barang sedang lesu, dia tak kurang akal agar sang pimpinan di kantor pusat atau tim pengecek tidak kecewa.
Kalau dia sekadar melaporkan hasil perdagangan senyatanya, mungkin bisa mendapat peringatan atau penilaian minus. Lalu, diajaklah tim tersebut untuk pertemuan di sebuah rumah makan. Dari sana, pembicaraan sudah melebar sampai ke banyak hal. Termasuk kedatangan tim ini yang juga membutuhkan waktu istirahat dan suasana segar.
Setelah tamunya masuk ke hotel di kawasan Baturraden, dia meminta saya menemani rekannya di sebuah tempat hiburan di kawasan kota. Dari pertemuan dengan lelaki bertubuh gempal, Bay mengutarakan maksudnya. ''Aku butuh tiga gadis. Bisa kan carikan,'' pintanya.
Lelaki itu menimpali. ''Mau yang mahasiswa, pelajar, SPG atau STW (setengah dewasa),'' jawabnya.
Karena tim yang datang itu berumur bervariasi antara 30-40 tahun, disepakatilah mahasiswi dua dan satu SPG. Seusai shalat Magrib, pertemuan diatur. Tiga gadis persembahan itu (begitu sebutan pelicin bisnis-relasi) kemudian diantarkan lelaki gempal tersebut ditemani Bay ke rumah makan yang tak jauh tempat mereka menginap. Setelah cocok di harga dan penampilan para gadis, lelaki gempal yang dikenal sebagai kontak jaringan para gadis persembahan itu kemudian pamit.
Karaoke
Seusai makan, untuk menghidupkan suasana, dilanjut ke tempat karaoke, menyewa sebuah ruangan khusus. Setelah suasana keakraban yang penuh kehangatan antara relasi Bay dan gadis-gadis penakluk ini terjalin, saya dan dia meninggalkannya. ''Ntar kalau sudah selesai tak kontak kamu lagi,'' ucap salah satu tim pengecek barang dari Jakarta itu kepada Bay. Bay lalu menjawab. ''Siap bos,'' ujarnya.
Apa yang dijalankan Bay untuk menjamu relasi bisnisnya itu, sebenarnya bukan hal baru di kota-kota yang sudah mengakar kehidupan metropolisnya. Hal seperti ini juga banyak dilakukan pihak tertentu untuk menyervis tamu, teman kerja dari luar kota, rekan kantor ataupun kunjungan dari pejabat atau bikrokat tertentu yang tidak berombongan.
Yang mengoperasikan mencari gadis-gadis persembahan, itu bisa lewat sopir-sopir kantoran, pengemudi taksi, pekerja tempat hiburan dan hotel, penjaga kampus ataupun indekos mewah atau melalui informan lain yang sudah dekat dengan si gadis. Itu bisa dari kalangan metroseksual, pekerja ataupun mahasiswa. (Agus Wahyudi-42s)
http://www.suaramerdeka.com/harian/0611/23/ban06.htm

Menelusuri Bisnis Esek-esek di Purwokerto (1)

Tak Ada Tarif Khusus bagi Mahasiswa

Beberapa tahun terakhir ini perkembangan Kota Purwokerto sangat pesat. Proses modernisasi yang tak mengenal ruang dan waktu terus mengubah wajah kota dan kehidupan warganya. Seks dan pergaulan bebas, dua ikon dari potret gaya hidup yang tak terpisahkan, kini sudah tampil secara vulgar di kota ini. Kenapa bisa terjadi? Berikut hasil penelusuran wartawan Suara Merdeka Agus Wahyudi dalam beberapa tulisan mulai hari ini.
SEPEKAN setelah Ramadan atau seusai libur Lebaran lalu, saya dikejutkan dengan pemandangan yang tak biasa terjadi di Gang Sadar (GS) Baturraden. Saat itu kawasan penuh sesak dikunjungi para lelaki pencari sensasi seks.
Di kota ini, transaksi seks di bawah tangan seperti ini ternyata tak jauh berbeda dari yang ada di GS. Bedanya, hanya kemasan dan proses transaksi yang harus dilewati.
Seks terselubung, menurut pengakuan sejumlah pelaku atau wanita yang menjalani pekerjaan itu, yang membedakan hanyalah pada mereka menjalankan. Model ini antara lain dijalankan lewat hubungan komunikasi yang harus dibangun terlebih dahulu. Untuk berkencan, harus lewat janjian yang mengikat. Bisa lewat komunikasi telepon ataupun SMS yang terus berlanjut. Kemudian mengenal lebih jauh pribadi masing-masing ataupun mengenali jaringan yang dibangun hingga ada kecocokan fisik dan perasaan.
Mengenali jaringan mereka bisa lewat teman yang telah memiliki nomor ponselnya. Atau, melalui orang kepercayaan hingga bisa masuk ke dalam lingkaran pergaulan mereka. Yang sudah terbiasa berkomunikasi lewat ponsel, cukup menekan kode jaringan dengan menuliskan XX (dobel huruf), menulis sesuatu, seperti "waktu aman", "ada waktu,", dan "kesepian nih".
Beli Pulsa
Berdasarkan pengakuan beberapa mahasiswi dan pelajar yang masuk dalam lingkaran bisnis seks terselubung, yang paling dominan karena mereka butuh tambahan biaya untuk memenuhi gaya hidupnya. Jatah kiriman bulanan (luar kota) dan mingguan (orang lokal) dari orang tuanya tak sanggup lagi melunasi hasrat untuk mereguk segala kebutuhan.
"Kadang jatah untuk beli pulsa atau dolan-dolan kan tidak selamanya kami minta dari orang tua. Saya lebih gelisah kalau ponsel nggak ada pulsa daripada menahan lapar," ujar Leni (22), gadis mungil berparas setengah keturunan itu.
Dia bercerita, mengenal seks bebas saat kali pertama masuk diskotek di kota ini pada 2005. Setelah itu, dia terbiasa melepas kepenatan hidup di kafe atau tempat hiburan lain. Jika ada yang mengajak kencan dan cocok, bisa terus berlanjut.
"Kalau saya nggak mau pasang tarif. Kan tahu sendirilah kelas kami," ucapnya bersayap.
Dari kata-katanya itu, dia mengisyaratkan untuk kelas mahasisiwi, standar tarifnya Rp 300.000 ke atas. Di Purwokerto, tarif tertinggi saat ini Rp 750.00 sekali kencan.
Hitungan tarif kadang juga tergantung pada siapa yang mengajak. Jika dari kalangan pria dengan kantong tebal dan umurnya terlalu jauh, tarifnya tentu menyesuaikan status sosial yang disandangnya.
Leni menuturkan, temannya - sebut saja Desta (23)- pernah dibayar Rp 1 juta oleh seorang pengusaha muda. Tarif yang begitu besar karena dia bisa memberikan yang terbaik.
"Namun, kencannya seharian sejak pagi hingga sore. Dia punya pacar, selepas magrib biasanya diapeli. Karena itu, harus sampai ke indekos." (55j) 

http://www.suaramerdeka.com/harian/0611/22/ban06.htm

Melongok perajin batik tulis Banyumasan di Cilongok

CILONGOK boleh bangga tidak hanya karena dikenal sebagai pusat penghasil gula kelapa di Banyumas. Di bidang pelestarian seni batik tulis pun tak bisa dianggap sepele. Karena ada salah seorang warganya yang begitu loyal dan penuh pengabdian dalam upaya pelestarian seni batik tulis.
Melalui ketelatenan dan daya kreasi yang melekat dalam diri Hj Karinah (86) sehingga Cilongok memiliki aset langka dalam urusan pelestarian seni batik khususnya di wilayah Banyumas bagian Barat ini. Melalui kekayaan daya ciptanya, Hj Karinah merupakan sosok yang memiliki pengabdian tanpa pamrih dalam bereasi di bidang seni batik tulis.
Meski paling banter sebulan Hj Karinah baru dapat menyelesaikan sepotong kain batik, namun karyanya memiliki keunggulan dari bermacam sisi. Karena membatik sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup yang penuh dengan pengalaman. Baik pengalaman dari perhelatan antar zaman maupun pengetahuan yang diperolehnya melalui pendidikan formal sejak jaman penjajahan Belanda.
“Saya mulai membatik sejak masih gadis cilik,” kata Hj Karinah kepada banyumasnews.com saat ditemui di kediamannya di Desa Bantuanten Kecamatan Cilongok, Sabtu (26/9).
Dituturkan nenek dari 28 cucu dan 8 buyut ini, sebelum tentara Jepang datang ke Indonesia, dirinya sudah belajar membatik. Pada tahun 1934 Karinah lulus Sekolah Rakyat (SR) tiga tahun kemudian melanjutkan ke Sekolah Kartini di Ajibarang dan lulus tahun 1936.
Ketika di sekolah Kartini itulah Karinah medapatkan bermacam pelajaran kerajinan tangan, seperti menjahit, menyulam, menenun hingga membatik. Para pengajarnya dari berbagai daerah seperti Cirebon, Jogjakarta, Cilacap sedangkan guru tenun berasal dari Bali.
Setamat sekolah Kartini, dia melanjutkan sekolah pertanian di Purworejo. Sebelum akhirnya dijemput oleh orangtuanya untuk menikah, Karinah sempat mengikuti kursus kebidanan.
Selama masa penjajahan Jepang, Hj Karinah tidak membuat batik, karena ketika itu memang kondisi bangsa pada umumnya sedang dalam kondisi melarat. Kemudian mulai membatik secara serius, ketika Hj Karinah menetap di Desa Batuanten pada tahun 1942.
Saat itu, dirinya tergugah setelah menyaksikan kondisi masyarakat setempat yang pengetahuannya serba terbatas. Demikian juga dalam hal berpakaian. Perempuan pergi ke pasar dengan tanpa busana, kecuali hanya mengenakan kemben itu hal biasa. Kemudian melalui kegiatan semacam perkumpulan wanita Hj Karinah mencoba menularkan ilmunya di bidang membatik kepada ibu-ibu di desa tersebut.
Namun, menurut Hj Karinah, banyak para ibu yang mengundurkan diri untuk belajar membatik. Alasannya terlalu telaten dan makan waktu lama. Maklum, masyarakat setempat terbiasa dengan pekerjaannya berupa mengolah gula kelapa yang dapat diolah dalam waktu cukup singkat, lalu bisa dijual dan dapat uang. Sedangkan membatik minimal sebulan baru dapat selembar kain jarit.
Menurut istri dari H Nurdin Kamal Mustafa, bermacam batik baik itu batik Solo, batik Jogya maupun batik Banyumas, secara garis besar sama. Adapun yang membedakan dari ketiganya adalah Sogan-nya. Misalnya Sogan Solo warnanya kuning kecoklatan, sedangkan Sogan Jogjakarta dominan warna coklat sementara Sogan Banyumasan berwarna putih. Adapun motif batik itu sendiri jenisnya lebih dari seratus.
Proses membatik sendiri memerlukan ketekunan, ketelatenan, kehati-hatian, cermat, imajinatif dan memiliki daya tahan yang tinggi. Bagaimana tidak? Sebelum dibatik, mori yang akan diajdikan emdia batik itu sendiri harus diproses sedemikian rupa agar ketika dilukis melemnya tidak kalis. Begitu selama membatik itu ada beberapa tahapan. Setiap tahapan membutuhkan waktu tersendiri yang cukup lama.
Dari mori yang sudah siap dibatik, terlebih dulu digarisi, baik garis miring atau garis lurus sesuai dengan corak yang dikehendaki. Tahapan awal dilanjutkan dengan Diwedel, lalu dibatik lagi kemudian Dibironi, dibatik lagi baru Disoga.
Bermacam corak batik hasil karya Hj Karinah seperti batik Kembang Asem, batik Parang Kesuma, batik Parang Lunglungan, batik Kawung, dan masih banyak lagi.
Selain sering mengikuti pameran baik di Desa, Kecamatan dan tempat lain, batik tulis asli karya Hj Karinah juga pernah dipesan oleh warga Australia. Selain pernah mendapatkan bantuan seperangkat alat membatik seperti canting dengan bermacam fungsi juga bahan baku seperti malam dan kain mori dari Disperindagkop Kabupaten Banyumas.
Sedangkan upaya pelestarian seni batik bagi para generasi penerus yang telah dilakukan seperti melalui kegiatan kursus mebatik bagi Ibu PKK Kecamatan Cilongok, PKK Desa Batuanten, maupun melalui kegiatan ekstrakurikuler di sejumlah sekolah formal sepertidi SMP Muhammadiyah Cilongok di bawah asuhan Ibu Endang Yuwana, di SMP Terbuka, serta melalui kelompok kegiatan ibu-ibu lainnya.
Dengan demikian, ketika batik Banyumas menjadi bagian dari eksistensi keberagaman batik Indonesia, maka kinerja dan pengabdian Hj Karinah di bidang pelestarian batik, perannya tidak bsia diabaikan begitu saja.. (banyumasnews.com/Hamidin Krazan)
Hj KArinah tengah membatik (foto:ham/BNC)
Hj KArinah tengah membatik (foto:ham/BNC)
Salah satu jenis batik yang tengah digarap (foto:ham/BNC)


http://banyumasnews.com

KRD rute Jogja-Purwokerto segera dioperasikan

PURWOKERTO – Kabar baik bagi masyarakat Purwokerto, Kab. Banyumas dan sekitarnya, khususnya yang sering berpergian ke Jogja, luar kota, dan luar  negeri dengan pesawat dari bandara Adi Sucipto Jogjakarta, karena tidak lama lagi akan dioperasikan   angkutan inter moda antara kereta api (KA) dengan pesawat terbang, yaitu Kereta Rel Diesel (KRD-I)  Maguwo Ekspres jurusan Yogya-Purwokerto.
Menurut Humas PT KAI DAOP V Purwokerto, KRD-I Maguwo Ekspres saat  ini masih dalam tahap penyelesaian di PT INKA. Bulan Maret  atau April diharapkan sudah bisa dioperasikan. Kereta ini akan menjalani rute  stasiun Maguwo yang sangat  dekat dengan bandara Adi Sucipto Jogja ke Purwokerto, dan kembali lagi dari Purwokerto ke Jogja di Stasiun Maguwo.  Dengan adanya tambahan moda transportasi kereta ini, masyarakat yang hendak bepergian antara Purwokerto – Yogya dengan tujuan ke Bandara Adi Sucipto dan sebaliknya akan lebih mudah.
“Pengembangan KRD-I Maguwo  dengan jurusan Purwokerto-Maguwo karena volume penumpang  Purwokerto yang naik pesawat terbang dan sebaliknya penumpang asal Yogya dengan tujuan Purwokerto terus meningkat,” kata Manager Humas DAOP V.
Didukung dengan selesainya pembangunan jalur ganda Yogyakarta-Solo, dalam operasinya nanti  KRD-I Maguwo Ekspres  akan melayani rute berjarak sekitar 180 kilometer dengan waktu tempuh  3 hingga 3,5 jam, dalam sehari dua kali. Kelak apabila proyek jalur ganda Purwokerto-Jogja selesai dibangun tahun 2013,  waktu tempuh perjalanan bisa diperpendek lagi menjadi hanya 2,5 jam.
KRD-I Maguwo Ekspress dioperasikan   PT KAI Daop VI Yogyakarta, terdiri dari empat gerbong, kelas bisnis dan eksekutif. Untuk persiapan pengoperasian KRD tersebut  PT KAI Daop VI Yogyakarta dan PT KAI Daop V Purwokerto, sudah melakukan koordinasi, dan tinggal menunggu pengoperasian saja.  Selama ini penumpang Purwokerto Jogja  dilayani kereta jarak jauh KA Ekonomi Logawa jurusan Purwokerto- Yogya –  Jember. Penumpang yang berangkat dari Purwokerto mayoritas turun di Jogja, untuk keperluan wisata, kuliah dan ke Bandara Adi Sutjipto untuk melanjutkan perjalanan ke luar kota/luar negeri dengan pesawat.(BNC/Ist)

http://banyumasnews . com/

Menggagas Pariwisata Serayu ke Depan

Nek wadas kelir wis ngalih neng jiput, semingkir dadi kota tembe mburine � Ana lung gadung se kendang gedene, de iris sore tukul isuk, de iris isuk tukul sore � Macan ngembang dadap, jaran kurang gedogan.
Begitulah janji nenek moyang di grumbul Bonjok desa Tambak Negara yang selalu dipikirkan oleh kaki Darmo dalam kesehariannya sebagai �tukang gawe prau�. Ungkapan itu setua janji �ces pleng� dari arti nama desanya Tambak negara yang telah terbukti menjadi kenyataan pada awal tahun sembilan puluhan, menjadi sebuah tambak yang di bangun oleh negara atau biasa di sebut dengan BGS (Bendung Gerak Serayu).
Sebagai tukang gendam, kaki Darmo tahu betul cara menjinakan arus air, termasuk niteni gejolak arus ketika banjir besar akan datang. Dia juga hapal betul, kalau kayu salam dan kayu ketapang yang gampang �bubuken� sangat bagus untuk membuat perahu. Dengan teknologi sederhana dan �nyumpeli� celah di sabungan kayu dengan tali duk (ijuk) serta �tembelan� aspal, dari situ rejekinya mengalir sebagai pembuat perahu.
Janji nenek moyang itu, menurut kaki darmo mengandung arti bahwa di wilayah itu kelak akan menjadi rame (dadi kota) dengan kegiatan pariwisata (lung gadung) dan banyak didatangi oleh orang-orang penting (macan ngembang dadap), sehingga banyak kendaraan (jaran) yang kekurangan tempat parkir (gedogan).
Pemikiran kaki Darmo bak gayung bersambut dengan dicanangkanya proyek SRV (Serayu River Voyage), sehingga dia selalu aktif mendukung bersama lembaga swadaya masyarakatnya PMPS (Paguyuban Masyarakat Pariwisata Serayu) dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan di sungai Serayu, dimana proyek itu mendudukan dia dalam posisi penting sebagai insinyur prau dan tim tukang gendam siap mengamankan mimpinya tentang BGS yang diyakini akan menjadi kawasan wisata besar.
Nampaknya mimpi �wong cilik� di Serayu Kabupaten Banyumas, sejalan dengan mimpi kaki Darmo, karena di sepanjang aliran itu memang menanggung lebih dari 5 % dari jumlah total kemiskinan rakyat Kabupaten Banyumas yang lebih dari 600.000 orang.
Bentangan perencanaan proyek sepanjang 32 km, dimulai dari desa Petir kecamatan Kalibagor melalui 26 desa dan 6 kecamatan membawa spread effect, dan multiplier effect ekonomi diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi, baik dalam sekala PDRB (Product Domestic Regional Brutto) maupun personal income. Pertumbuhan ekonomi kawasan itu, akan berdampak aliran pertumbuhan wilayah dan kemakmuran dari arah kota Purwokerto di utara ke arah selatan di sepanjang aliran sungai serayu, dan akan mengurangi tekanan pertumbuhan penduduk serta kemiskinan di perkotaan, karena kesempatan kerja serta peluang berusaha yang akan ditimbulkan oleh bisnis kepariwisataan di proyek SRV tersebut. Dimana pertumbuhan kawasan terjadi akibat perkembangan infra struktur di sekitar wilayah : desa Suro, Srowot, Kaliori, Sokawera, Wlahar, Pegalongan, Gunungtugel, Patikraja, Notog, Kalirajut, dan sekitar BGS.
Dengan memicu kegiatan utama investasi berbasis kepada masyarakat, Pemkab akan menciptakan : Dermaga di B.G.S, A.M.D.A.L, Perencanaan Tata Ruang yang futuristik dan sustainable, serta pemberian holliday tax kepada investor dalam jangka tertentu.
Perencanaan kawasan akan menukik lebih tajam lagi, dengan memperkuat karakter kawasan wisata melalui penciptaan perencanaan Kawasan Wisata Thematik di : 1). BGS, berthema Lokawisata air, olah raga, sejarah dan pelayaran jarak jauh, 2). Desa Pegalongan, berthema desa wisata, kerajinan, gali pasir dan wisata agro, 3). Kaliori berthema kota lama Banyumas dan budaya Banyumasan 4). Petir berthema kuliner dan hiburan umum. Konsep tematik tersebut diharapkan akan memperlambat terjadinya �Law of deminishing return� dan menunda kebosanan pengunjung dalam jangka tertentu, serta membuat �length of stay� wisatawan dari 1 hari menjadi 2 hari sampai dengan 1 minggu, sehingga wisatawan akan lebih banyak lagi membelanjakan uangnya.
Apabila diprediksi dengan tingkat kunjungan 30.000 orang rata-rata per bulan, mengingat kawasan tersebut strategis sebagai jalur berposisi silang antara : Jakarta-Yogyakarta-Surabaya-Bali dan Pantura dengan arus transportasi manusia yang tinggi, serta karakter wisata perairan baru dan menarik, maka dengan pemasukan retribusi rata-rata sebesar Rp. 15.000 per orang, akan terjadi BEP dalam waktu tidak lebih dari 9 tahun, dari total belanja proyek pembangunan sebesar + Rp. 18.000.000.000 dapat dicapai.
Sebuah mimpi yang sudah dimulai, untuk memenuhi keinginan kaki darmo dan kawan kawannya. Jika ditilik lebih lanjut, mimpi ini nantinya akan menciptakan pemerataan dan Pertumbuhan ekonomi serta Stabilitas wilayah sebagaimana cita-cita Trilogi pembangunan hendak diterapkan di sungai Serayu Kabupaten Banyumas. Cekap semanten, mugi gusti mberkahi sedoyo pangajab ingkang luhur tumraping sesami. 

http://www .banyumaskab.go.id/berita/index.php?jns=1&bg=107&id_berita=1558

Download Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas

Written By abah lc on Friday, February 10, 2012 | 1:52 PM

Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2003




1. Peraturan Daerah No 4 Th. 2003: Pedagang Kaki Lima (download)
2. Peraturan Daerah No 5 Th. 2003: Pengelolaan Pasar (download)
3. Peraturan Daerah No 6 Th. 2003: Retribusi Pasar (download)
4. Peraturan Daerah No 8 Th. 2003: Pembentukan SOTK BKCKB Kabupaten Bayumas (download)
5. Peraturan Daerah No 9 Th. 2003: Pembentukan SOTK Disnakertrans Kabupaten Banyumas (download)
6. Peraturan Daerah No 10 Th. 2003: Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga (download)
7. Peraturan Daerah No 11 Th. 2003: Perubahan Atas Perda No 1/2000 tentang Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Desa (download)
8. Peraturan Daerah No 12 Th. 2003: Perubahan Atas Perda No 2/2000 tentang Pedoman SOTK Pemerintahan Desa (download)
9. Peraturan Daerah No 13 Th. 2003: Perubahan Atas Perda No 6/2000 tentang Peraturan Desa (download)
10.Peraturan Daerah No 14 Th. 2003: Perubahan Atas Perda No 10/2000 tentang Sumber Pendapatan Desa (download)
11.Peraturan Daerah No 15 Th. 2003: Perubahan Atas Perda No 11/2000 tentang Aanggaran Pendapatan dan Belanja Desa (download)
12.Peraturan Daerah No 16 Th. 2003: Perubahan Atas Perda No 12/2000 tentang Kedudukan Penghasilan/Keuangan Kades dan Perangkat Desa (download)
13.Peraturan Daerah No 17 Th. 2003: Perubahan Atas Perda No 14/2000 tentang Kerjasama Antar Desa (download)
14.Peraturan Daerah No 18 Th. 2003: Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Desa (download)

Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2004




1. Peraturan Daerah No 1 Th. 2004: Perubahan atas Perda No 3/2000 tentang BPD (download)
2. Peraturan Daerah No 2 Th. 2004: Perubahan atas Perda No 4/2000 tentang Kades (download)
3. Peraturan Daerah No 3 Th. 2004: Perubahan atas Perda No 5/2000 tentang Perangkat Desa (download)
4. Peraturan Daerah No 4 Th. 2004: Penetapan Desa Persiapan Kedungmalang menjadi Desa Kedungmalang, Kecamatan Sumbang (download)
5. Peraturan Daerah No 7 Th. 2004: Pembentukan SOTK Setda dan Setwan Kabupaten Banyumas (download)
6. Peraturan Daerah No 9 Th. 2004: Pembentukan SOTK Balitbangtelarda Kabupaten Banyumas (download)
7. Peraturan Daerah No 10 Th. 2004: Pembentukan SOTK Bawasda Kabupaten Banyumas (download)
8. Peraturan Daerah No 13 Th. 2004: Pembentukan SOTK Bakesbanglinmas Kabupaten Banyumas (download)
9. Peraturan Daerah No 14 Th. 2004: Pembentukan SOTK Kantor Diklat Kabupaten Banyumas (download)
10.Peraturan Daerah No 16 Th. 2004: Pembentukan SOTK DKSPM Kabupaten Banyumas (download)
11.Peraturan Daerah No 17 Th. 2004: Pembentukan SOTK Dinkes Kabupaten Banyumas (download)
12.Peraturan Daerah No 19 Th. 2004: Pembentukan SOTK Dispertan Kabupaten Banyumas (download)
13.Peraturan Daerah No 21 Th. 2004: Pembentukan SOTK Dishutbun Kabupaten Banyumas (download)
14.Peraturan Daerah No 23 Th. 2004: Pembentukan SOTK Diskop dan UKM Kabupaten Banyumas (download)
15.Peraturan Daerah No 27 Th. 2004: Pembentukan SOTK Dinas LH Kabupaten Banyumas (download)
16.Peraturan Daerah No 28 Th. 2004: Pembentukan SOTK Disparbud Kabupaten Banyumas (download)
17.Peraturan Daerah No 31 Th. 2004: Pembentukan SOTK Satpol PP Kabupaten Banyumas (download)

Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2005




1. Peraturan Daerah No 1 Th. 2005: Penetapan Desa Persiapan Samudra Kulon Menjadi Desa Samudra Kulon, Gumelar, Kabupaten Banyumas (download)
2. Peraturan Daerah No 2 Th. 2005: Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (download)
3. Peraturan Daerah No 3 Th. 2005: Tanda Daftar Gudang (TDG) (download)
4. Peraturan Daerah No 4 Th. 2005: Tanda Daftar Perusahaan (TDP) (download)
5. Peraturan Daerah No 5 Th. 2005: Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Catatan Sipil (download)
6. Peraturan Daerah No 6 Th. 2005: Retribusi Penggantian Biaya Cetak Akta Catatan Sipil (download)
7. Peraturan Daerah No 9 Th. 2005: Pengelolaan Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk (download)
8. Peraturan Daerah No 10 Th. 2005: Retribusi Penggantian Biaya Cetak Pendaftaran Penduduk (download)
9. Peraturan Daerah No 11 Th. 2005: Perubahan Perda No 34/2004 Tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Banyumas (download)
10.Peraturan Daerah No 13 Th. 2005: Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (download)
11.Peraturan Daerah No 14 Th. 2005: Retribusi Terminal (download)
12.Peraturan Daerah No 15 Th. 2005: Retribusi Ijin Usaha Angkutan (download)
13.Peraturan Daerah No 16 Th. 2005: Retribusi Ijin Trayek (download)
14.Peraturan Daerah No 18 Th. 2005: Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banyumas (download)

Entertainment

Lifestyle

 
Support : Copyright © 2011. purwokerto dan sekitarnya - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger