Headlines News :
Showing posts with label Wonosobo. Show all posts
Showing posts with label Wonosobo. Show all posts

Lahan Situs Purbakala Ditanami Warga

Written By abah lc on Thursday, February 16, 2012 | 10:02 PM

BATUR-Lahan di areal situs purbakala dan pariwisata di Dataran Tinggi Dieng banyak dipakai masyarakat. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara mencatat, ada 80 hektar tanah kepemilikan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala BP3 Jateng yang digunakan masyarakat untuk bertani.


Akibat pengolahan lahan ini,dikawatirkan akan berdampak kepada situs purbakala yang ada di Dataran Tinggi Dieng. "Keadaan sudah lebih baik dari 5 atau 6 tahun lalu. Sudah ada 37 hektar tanah yang berhasil disertifikasi, terutama di kompleks Candi Arjuna dan Museum," jelas Bupati Sutedjo Slamet Utomo.

Dia mengatakan, masyarakat Dieng mulai mengolah tanah di sekitar situs sejak adanya reformasi tahun 1998. "Pasca reformasi masyarakat ramai-ramai mematok lahan yang dikiranya lahan kosong" ujarnya.

Sejauh ini, selain membebaskan Zona BP3  atau zona inti yang termasuk di dalamnya komplek candi Arjuna  dan museum, lahan yang belum dibebaskan dinyatakan sebagai wilayah pengembangan. "Jadi sampai sekarang masih dimanfaatkan oleh para petani, namun dengan sistem sewa," ujarnya. Dia  menambahkan, para petani tersebut sudah diberi sosialisasi. Apabila nanti lahan tersebut akan dipakai pemerintah, mereka bersedia mengembalikan.(jat/din) .jpnn. com

BBM Langka Akibat Longsor

Written By abah lc on Thursday, February 9, 2012 | 4:09 PM

BATUR-Longsor sejumlah titik di sepanjang jalur Wonosobo menuju dataran tinggi Dieng, menghambat perjalanan truk tangki yang akan memasok BBM. Akibatnya, kelangkaan BBM di wilayah dataran tinggi Dieng dan sekitarnya tak terelakkan. Saat ini,  harga BBM jenis premium di kawasan ini mencapai Rp 5.500 hingga Rp 6.000 per liter.

“Saya menjual bensin Rp 6.000 per liter,” kata Nursalimah, 42 tahun, warga Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur.  Nursalimah membuka lapak BBM persis di SPBU Dieng Kulon.

SPBU yang  paling dekat dengan kawasan wisata Candi Arjuna itu sejak dua bulan lalu tak beroperasi karena tidak adanya pasokan. Selama ini, SPBU itu memang selalu menerima pasokan dari Wonosobo. Sebab jalur Banjarnegara-Dieng terlalu menanjak,  sehingga tidak bisa dilewati mobil tanki.

Nursalimah terpaksa "kulakan" dengan harga tinggi. Sebab dia harus membeli bensin di Wonosobo yang jaraknya sekitar 20 kilometer. "Di Wonosobo saya bisa ambil 100 liter, sedangkan di Karangkobar dibatasi hanya 70 liter," kata Nursalimah.

Kepala Desa Dieng Kulon, Slamet Budiyono mengatakan, sejak dua bulan lalu SPBU Dieng Kulon tidak beroperasi. “Truk tangki pengangkut BBM tak bisa melewati jalan raya Dieng-Wonosobo,” katanya.     Sebab di sejumlah titik jalan rawan longsor. Truk bermuatan lebih dari 5 ton dilarang melintas karena dikhawatirkan bisa menambah beban jalan dan memicu terjadinya longsor yang lebih parah. (jat/din)
jpnn.com

Diusulkan Penambahan Angkutan untuk Danau

WONOSOBO- Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Wonosobo mengusulkan penambahan angkutan danau. Penambahan yang diperlukan yakni di Waduk Wadaslintang dan Telaga Menjer total sembilan perahu.
Kepala Seksi Angkutan Darat, Sungai, dan Danau Dishubkominfo, Jumadi mengatakan penambahan angkutan tersebut sangat mendesak dilakukan mengingat transportasi angkutan sungai masih minim. Dia mengaku untuk di Waduk Wadaslintang saja hanya sekitar 11 unit perahu yang beroperasi. Itupun tidak sesuai standar karena kalau cuaca sedang buruk tak bisa beroperasi.
“Armada untuk transportasi sungai dan waduk masih minim dan perlu ditambah. Idealnya di Wadaslintang ditambah enam dan di Telaga Menjer dengan tiga,” katanya.
Dia menjelaskan, untuk akses transportasi di Waduk Wadaslintang terjadi peningkatan intensitas saat hujan terjadi pada pagi hari. Sejumlah warga di Desa Kaligowong, Kumejing, dan Sumberejo, Kecamatan Wadaslintang, mayoritas menggantungkan perahu untuk penyeberangan.
“Siswa dan guru sebagian masih beraktivitas dengan mengandalkan perahu penyeberangan,” katanya. Sedangkan kebutuhan perahu untuk Telaga Menjer, menurut Jumadi, adalah untuk armada pariwisata maupun akses perekonomian warga berupa karambah ikan.   (H67-84)  -suara merdeka-

Entertainment

Lifestyle

 
Support : Copyright © 2011. purwokerto dan sekitarnya - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger